BERBAGI
KPU Bandarlampung Simulasi Sirekap di 15 TPS 24-25 November
Ketua Divisi Teknis dan Humas KPU Kota Bandarlampung, Fery Triatmojo, saat uji coba aplikasi Sirekap pada TPS Simulasi di Sekretariat KPU setempat, Sabtu (21/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): KPU Kota Bandarlampung kembali menggelar simulasi aplikasi sistem informasi elektronik rekapitulasi (Sirekap) di tempat pemungutan suara (TPS) pada 24-25 November 2020.

Ketua Divisi Teknis dan Humas KPU Kota setempat, Fery Triatmojo, mengatakan pelaksanaan simulasi serentak uji Sirekap merupakan instruksi KPU RI untuk dilakukan di 15 TPS masing-masing kabupaten/kota.

“KPU Kota mempersiapkan TPS secara random atau acak agar representatif. Rencananya 15 TPS ini tersebar di 15 kecamatan dari 20 kecamatan se-Bandarlampung,” kata Fery, Minggu (22/11).

Lokasi TPS yang dipilih tidak hanya di wilayah perkotaan tapi juga di kecamatan-kecamatan pinggiran pusat kota.

“Kita mengukur kekuatan sinyal di masing-masing kecamatan,” ujar dia.

Sebelumnya pada Sabtu (21/11) KPU Bandarlampung juga telah melakukan simulasi pungut hitung suara di TPS untuk penerapan protokol kesehatan dan Sirekap.

Fery mengatakan sebanyak 60-75 pemilih mampu meyelesaikan tanggung jawab memilih di TPS dalam waktu 1 jam.

Pengaturan waktu bagi pemilih untuk mencoblos di TPS sangat penting dalam pelaksanaan Pilwakot Bandarlampung di tengah pandemi Covid-19 guna menerapkan protokol kesehatan.

“KPU Kota Bandarlampung menyelesaikan simulasi pemilihan tepat pada pukul 15.00 WIB. Kalau dihitung rata-rata yang penting 1 jam kebutuhan pemilih untuk 60-75 bisa cukup. Artinya di surat undangan akan kita tentukan per 60-75 pemilih adalah siklusnya persatu jam,” kata Fery.

Dari simulasi yang berlangsung dengan pemilihan 6 pasangan calon pada surat suara juga diketahui satu pemilih mampu menyelesaikan kewajiban memilihnya antara 2-3 menit di bilik suara.

“Sementara untuk mencoblos hanya membutuhkan waktu 25-30 detik. Pilwakot Bandarlampung dengan 3 calon, saya kira akan lebih banyak waktu yang tersisa,” ujar dia.

Lalu kebutuhan waktu untuk penghitungan surat suara tercatat tidak lebih 30 menit dengan simulasi 6 calon.

“Sementara pemilih difabel membutuhkan waktu 2-3 menit untuk memilih tergantung jenis difabelnya; ringan, sedang, atau berat,” katanya.

Fery menjelaskan penghitungan suara dilakukan senormal mungkin, termasuk pembagian salinan hasil penghitungan kepada saksi, untuk kebutuhan administratif tersebut paling tidak 2 jam selesai.

“Simulasi tadi yang menghitung PPK bertugas sebagai KPPS, kalau pada KPPS yang sebenarnya mungkin tidak lebih dari satu jam selesai, prediksi saya,” tutup dia. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here