Koperasi IJP Gandeng Kelompok Tani Lampung Timur Kembangkan Magot Bernilai Ekonomi

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koperasi IJP Maju Sejahtera terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung hilirisasi pertanian dan pemberdayaan desa di Provinsi Lampung. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kunjungan kerja ke Kelompok Tani Desa Teluk Dalam, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (8/5/2026).

Lampung (Netizenku.com): Kunjungan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program “Desaku Maju” yang digagas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, khususnya dalam mendorong pengembangan pertanian berbasis inovasi dan ekonomi berkelanjutan.

Ketua Koperasi IJP Maju Sejahtera, Deni Kurniawan, mengatakan pihaknya melihat potensi besar pengembangan budidaya magot yang selama ini dijalankan kelompok tani setempat. Menurutnya, magot tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga menjadi solusi pengolahan limbah organik sekaligus bahan utama produksi pupuk cair dan pupuk kompos.

Baca Juga  Wagub Jihan Ajak Ulama Mesir Perkuat Sinergi Pendidikan di Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengembangan budidaya magot ini sangat potensial. Selain menjadi media produksi pupuk cair dan pupuk kompos, juga dapat mendukung pengembangan sektor perikanan air tawar. Ini yang ingin kami dorong melalui kerja sama berkelanjutan,” ujar Deni.

Ia menambahkan, keberadaan kelompok tani inovatif seperti di Desa Teluk Dalam perlu mendapat perhatian lebih serius karena mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi dan bermanfaat bagi sektor pertanian.

Ketua Kelompok Tani Desa Teluk Dalam, Mustajib, bersama anggota kelompok tani, Santoso, menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka berharap kolaborasi dengan Koperasi IJP Maju Sejahtera dapat membuka peluang pengembangan usaha sekaligus memperluas pemasaran produk.

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti Peningkatan Kasus HIV

Santoso mengungkapkan, budidaya magot yang dikembangkan kelompok tani tersebut pernah meraih prestasi tingkat nasional pada 2023 melalui inovasi pupuk cair dan pupuk kompos berbahan magot. Namun, hingga kini pengembangannya belum berjalan maksimal.

“Produksi pupuk cair dan pupuk kompos berbahan magot ini pernah menjadi inovasi juara tingkat nasional pada tahun 2023. Namun sangat disayangkan, sampai hari ini pengembangannya belum berlanjut secara maksimal,” katanya.

Saat ini, lanjut Santoso, kelompok tani telah memiliki stok sekitar 5.000 liter pupuk cair yang siap diproduksi sesuai permintaan pasar. Produk tersebut bahkan mulai mendapat pesanan dari luar daerah, termasuk dari Provinsi Jambi melalui Dinas Pertanian setempat.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, Abung Mamasa, menilai inovasi pengolahan magot menjadi pupuk cair dan pupuk kompos merupakan terobosan positif bagi pertanian modern.

Baca Juga  Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027

Menurutnya, kehadiran Koperasi IJP Maju Sejahtera diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah, dan sektor usaha dalam memperkuat hilirisasi produk pertanian di Lampung.

“Ini sebuah capaian luar biasa. Kelompok tani mampu menciptakan pupuk cair berbahan magot dengan potensi ekonomi yang besar. Insyaallah hal ini akan kami sampaikan kepada Gubernur Lampung agar mendapat perhatian dan dukungan lebih lanjut,” ujar Abung.

Ia berharap sinergi tersebut dapat menjadi model pengembangan pertanian berbasis inovasi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)

Berita Terkait

IJP Lampung Salurkan 120 Paket Daging Kurban untuk Anggota dan Warga
Presiden Prabowo Serahkan Sapi Kurban Jumbo 1,5 Ton untuk Pemprov Lampung
DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025
Sikap Tegas Kapolda Lampung Terhadap Begal Didukung DPRD Lampung, Dinilai Beri Efek Jera
DPRD Lampung Soroti Pagar Laut Marriott Pesawaran, Jangan Ada Privatisasi!
Wagub Jihan Nurlela Minta SPIP Jadi Budaya Kerja di Lingkungan Pemprov Lampung
Kisah Haru Kyai Batua dan Sinta, Lahirnya Dua Anak Harimau Sumatera Pertama di Lampung
Temu Karya Karang Taruna Lampung Dihangatkan Munculnya Sejumlah Kandidat Ketua

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:48 WIB

Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Senin, 27 April 2026 - 16:50 WIB

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:14 WIB

Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB