oleh

Ketua Granat Tolak Keras Usulan Anggota DPR RI Fraksi PKS

Liwa (Netizenku.com): Ketua umum Gerakan Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat, menolak keras, usulan anggota Komisi VI DPR RI Rafly Kande Fraksi PKS, tanaman ganja asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai komuditas ekspor.

Kata Henry, berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 pasal 8 ayat (1) bahwa ganja masuk narkotika golongan I, tidak layak sebagai komuditas ekspor ke luar negeri. Jadi apa yang disampaikan politisi PKS bertentangan dengan aturan.

Baca Juga  Hebat, Lampung Barat akan Terima 3 Penghargaan Sekaligus

\”Kami dari Granat, sebagai garda terdepan menolak usulan politisi PKS, agar negara menjadikan ganja sebagai komuditas ekspor, karena jelas itu melanggar undang-undang,\” kata Henry, kepada Netizenku.com yang di konfirmasi via ponselnya, Minggu (2/2).

Seharusnya kata pengacara senior asal Krui Pesisir Barat Lampung tersebut, kalau NAD subur dengan tumbuhan ganja, tentu ada komoditas lain yang dapat dibudidayakan di daerah tersebut, yang lebih bermanfaat dan tidak bertentangan dengan aturan.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Ratusan Jamaah Pondok Cendekia Gelar Istigosah

\”Saya rasa di NAD bukan hanya ganja yang subur di tanam, karena saya yakin masih banyak komoditas lain yang dapat dibudidayakan, dan saya pastikan usulan tersebut merupakan usulan konyol,\” ujar Henry.

Kalau alasan ekspor ganja tersebut untuk menambah devisa negara kata Henry, Indonesia ini sangat kaya dan subur, jadi masih banyak komuditas lain yang lebih bermanfaat.

Baca Juga  Pastikan Ujian Lancar, Sekda Tinjau Tes CPNS Langsung

\”Ingat, menanam dan mengembangkan ganja saja sudah melanggar hukum, apalagi menjual, dengan dilegalkan oleh negara dan saya pastikan usulan yang disampaikan dalam rapat kerja tersebut, menunjukkan anggota Fraksi PKS tersebut tidak sadar bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba,\” kata Henry. (Iwan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *