Kemenparekraf: 129 Desa di Provinsi Lampung Perlu Terus Dikembangkan untuk Pariwisata Berkualitas

Redaksi

Rabu, 9 Agustus 2023 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Direktur Pengembangan Destinasi 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sri Utari Widyastuti, menekankan pentingnya percepatan pengembangan pariwisata di Indonesia dan khususnya di Provinsi Lampung.

Dalam diskusi ekonomi yang berlangsung secara virtual pada Rabu (9/8) di Bandarlampung, Sri Utari Widyastuti, mengungkapkan perlunya membentuk pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Percepatan pengembangan pariwisata di Indonesia dan Lampung perlu dilakukan untuk mendukung perekonomian. Hal yang harus dilakukan adalah dengan membentuk pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Sri Utari Widyastuti.
Salah satu langkah konkrit yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengembangkan desa wisata yang ada di setiap daerah, termasuk di Provinsi Lampung. Menurutnya, di Lampung terdapat 129 desa wisata yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Baca Juga  PLN Nyalakan Harapan 34 Keluarga Pra Sejahtera di Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam 129 desa wisata tersebut, terdapat 97 desa wisata rintisan, 25 desa wisata berkembang, dan 7 desa wisata maju,” tambahnya.

Sri Utari Widyastuti menekankan bahwa fokus kebijakan adalah memberikan nilai tambah pada sektor pariwisata, sehingga produk pariwisata yang dihasilkan harus berkualitas. Untuk mendukung pengembangan desa wisata, pemerintah juga telah mendorong melalui program “Anugerah Desa Wisata.”

Baca Juga  IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata

Upaya untuk mendorong pengembangan desa wisata bertujuan untuk meningkatkan ekonomi desa, menjadi wadah promosi potensi desa wisata, dan mendukung komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan desa wisata.
Dengan adanya potensi desa wisata yang cukup besar di Lampung, diharapkan pengembangan sektor pariwisata dapat berperan sebagai pengungkit ekonomi desa dan daerah, dengan tetap menerapkan konsep berkelanjutan dan berkualitas.
Secara nasional, terdapat 3.430 desa wisata rintisan, 940 desa wisata berkembang, 284 desa wisata maju, dan 23 desa wisata mandiri, yang semuanya berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia. (Luki)

Berita Terkait

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas
Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat
MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:29 WIB

Lentera Swara Lampung | 155 | Kamis, 12 Maret 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 20:06 WIB

Lentera Swara Lampung | 154 | Senin, 2 Maret 2026

Jumat, 12 Desember 2025 - 04:11 WIB

Lentera Swara Lampung | 153 | Jumat, 12 Desember 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:32 WIB

Lentera Swara Lampung | 152 | Kamis, 11 Desember 2025

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:14 WIB

Lentera Swara Lampung | 151 | Rabu, 10 Desember 2025

Selasa, 18 November 2025 - 23:11 WIB

Lentera Swara Lampung | 150 | Rabu, 19 November 2025

Rabu, 12 November 2025 - 05:11 WIB

Lentera Swara Lampung | 149 | Rabu, 12 November 2025

Rabu, 5 November 2025 - 01:06 WIB

Lentera Swara Lampung | 148 | Rabu, 5 November 2025

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Kunjungan TU Delft, Tubaba Kian Dilirik Dunia

Rabu, 22 Apr 2026 - 12:22 WIB

Lampung

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:41 WIB

Tulang Bawang Barat

Proyek RSUD Tubaba Rp128 M Diduga Minim Transparansi

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:33 WIB