Hotel Berbintang Lampung Gagal Bersinar, Wisatawan Pilih Hotel Menengah

Ilwadi Perkasa

Sabtu, 20 September 2025 - 02:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grand Mercure Lampung, hotel berbintang 5 tertinggi di Pulau Sumatra yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung.

Grand Mercure Lampung, hotel berbintang 5 tertinggi di Pulau Sumatra yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung.

Lampung terpuruk di sektor perhotelan. TPK hotel berbintang Juli 2025 hanya 47%, jauh di bawah rata-rata nasional 52,79%. Hotel bintang tinggi nyaris kehilangan tamu. sebab wisatawan domestik lebih memilih hotel menengah karena harga lebih terjangkau.

Mendasari pada data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan terjadi fluktuasi tajam sepanjang tahun 2025 yang menegaskan provinsi ini masih belum mampu memaksimalkan potensi wisatanya. Keadaan ini dapat mengancam peluang ekonomi lokal yang seharusnya besar.

Data bulanan Januari–Juli 2025 memperlihatkan TPK yang bergejolak ekstrim. Okupansi anjlok dari 40,97% di Januari menjadi 27,10% pada Maret, lalu sempat pulih di Juni.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

Keadaan ini sedikit tertolong dengan adanya kenaikan TPK hotel berbintang 3 dari dari 43,82% pada Juni menjadi 48,55% pada Juli. Namun hotel bintang 1–2 dan 4–5 terus menurun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola ini menunjukkan wisatawan domestik lebih memilih hotel menengah karena harga terjangkau, sebuah sinyal keras bahwa hotel premium gagal menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Analisis terhadap pola ini menggambarkan bahwa Lampung menghadapi kelemahan serius oleh sebab promosi wisata yang terbatas. Hasil analisis lain juga menunjukan kualitas hotel premium yang kurang kompetitif membuat provinsi ini tertinggal dibandingkan nasional.

Baca Juga  Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan

Perhotelan Lampung masih sangat menggantungkan okupansinya pada musim liburan dan event tertentu sehingga menyebabkan TPK tidak pernah stabil. Strategi harga dan segmentasi pasar yang lemah membuat hotel bintang tinggi kalah bersaing, sementara wisatawan memilih opsi yang lebih murah.

Namun, masih ada kekuatan yang bisa dimanfaatkan, yakni stabilitas hotel menengah yang cukup tahan banting di tengah tekanan ekonomi. Peningkatan TPK hotel berbintang 3 dapat dijadikan model untuk memperluas pangsa pasar. Kekuatan ini bisa dimaksimalkan sejalan dengan peningkatan event dan atraksi wisata yang lebih masif.

Langkah perbaikan harus dilakukan cepat. Hotel premium perlu meningkatkan kualitas layanan agar bisa bersaing dan menarik tamu. Promosi wisata harus digencarkan melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku industri untuk menonjolkan keunikan Lampung.

Baca Juga  PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan

Diversifikasi event dan atraksi, mulai dari festival budaya hingga konferensi dan atraksi unik, wajib dijalankan agar okupansi tidak lagi tergantung pada musim puncak.

Jika Lampung gagal bertindak sekarang, provinsi ini akan terus menjadi “pemain kelas menengah” di sektor perhotelan, kehilangan peluang ekonomi, dan gagal memaksimalkan potensi wisatanya.

Waktu hampir habis, hanya menyisakan beberapa bulan lagi di tahun ini. Lampung harus membuktikan bahwa sektor perhotelannya bisa lebih dari sekadar angka di laporan statistik.***

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:48 WIB

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:11 WIB

Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:05 WIB

Kejari Tubaba Imbau Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Pejabat

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pastikan Layanan Merata, Wabup Tubaba Tinjau Pengobatan Gratis Tubaba Q Sehat

Berita Terbaru

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB