Hasil Riset BI: Saat Idul Fitri, Pertumbuhan Ekonomi Lampung Meningkat

Redaksi

Jumat, 29 Juni 2018 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Perkembangan perekonomian Lampung pada triwulan dua tahun 2018, meningkat saat hari raya keagamaan salah satunya  di sektor Pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budiarto Setyawan, mengatakan bahwa pengaruh Pilkada tidak terlalu terlihat, melainkan sangat menonjol saat hari raya keagamaan. “Pilkada kalau kita lihat asesmennya dan disertasinya di Triwulan dua ada pengaruhnya, tapi tidak terlalu besar, kita melihat untuk kegiatan kampanye atau pengumpulan masa secara besar-besaran tidak terlihat seperti dulu. Jadi, pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi masih di bawah hari besar keagamaan,\” ujar Budi di Kantor Perwakilan BI, Jumat (29/6).

Untuk di sektor pariwisata l, menurut hasil riset Bank Indonesia banyak yang sedang mencari sumber-sumber ekonomi baru dari berbagai sisi. “Kita lihat dari riset BI, banyak yang sedang mencari sumber ekonomi baru dari sisi pertanian, industri pengolahan, industri perdagangan, tapi pariwisata menjadi pendorong yang cukup besar. Ada travel, ada hotel, toko suvenir, masyarakat sekitar bisa menggerakkan perekonomian dan menjadikan daerah selain Lampung untuk dijadikan pembelajaran, tenntunya didukung fasilitas yang baik,” katanya.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Pertumbuhan ekonomi, Provinsi Lampung pada triwulan I 2018 tercatat tumbuh cukup tinggi, yaitu 5,16% (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di periode yang sama selama 3 (tiga) tahun kebelakang, maupun pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Nasional masing – masing sebesar 5,11% (yoy), 4,37% (yoy) dan 5,06% (yoy).

Meski demikian, sesuai dengan pola seasonalnya, pertumbuhan ekonomi di periode laporan tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2017 sebesar 5,31% (yoy).

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

Di sisi permintaan, tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2018 ini ditopang oleh akselerasi pada hampir keseluruhan sektor terutama konsumsi rumah tangga, ekspor serta investasi.

“Meski demikian, kinerja ekspor yang tinggi masih tertahan oleh impor yang lebih besar terutama antar daerah sehingga mencatatkan neraca perdagangan yang defisit bagi Provinsi Lampung. Di sisi penawaran, motor penggerak perekonomian Lampung bersumber dari sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor serta sektor konstruksi,” katanya.

Di sisi lain, penurunan pangsa sektor pertanian antara lain disebabkan mundurnya masa tanam padi sehingga menyebabkan pergeseran musim panen raya di beberapa sentra dan juga pengaruh cuaca ekstrim pada produktivitas tanaman pangan.

Baca Juga  PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan

Pada triwulan I 2018, peringkat inflasi IHK (year-on year) Kota Bandarlampung dan Kota Metro termasuk ke dalam kota-kota yang tercatat mengalami inflasi di bawah Nasional.

Memasuki triwulan II 2018, ekonomi Lampung diperkirakan mampu tumbuh lebih tinggi ditopang oleh meningkatnya kinerja konsumsi swasta seiring dengan masuknya bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, serta berlangsungnya Pilkada serentak.

“Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi Lampung di triwulan II 2018 diperkirakan akan ditopang oleh lapangan usaha pertanian sejalan dengan siklus peningkatan produksi tanaman pangan,” paparnya.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2018 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan kisaran 5,0%-5,4% (yoy). (Mel)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:59 WIB

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Berita Terbaru

Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) uang Rp800 juta di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (20/2/2026).  Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:43 WIB

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB

Lampung

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Kamis, 19 Feb 2026 - 13:59 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Feb 2026 - 21:11 WIB