BERBAGI

Lampung Utara (Netizenku.com): Gilang Ramadhan (11) putra penjaga kantor Inspektorat Lampung Utara menjadi korban keganasan penyakit ‎Demam Berdarah Dengue (DBD). Siswa kelas VII SMPN 3 Kotabumi ini meninggal setelah sempat dirawat sekitar 10 jam di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, Bandarlampung, Rabu (23/1) sekitar pukul 06.30 WIB.

Sebelum dilarikan ke Bandarlampung, putra sulung dari pasangan Mahmudin dan Jeprida ini sempat dir‎awat sekitar lima jam di Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi pada Senin (21/1) sore.

“Almarhum masuk ke RSU Ryacudu, Kotabumi pada Senin sore,” kata Hakki Husin, kakek korban yang dijumpai di rumah duka.

Sepengetahuannya, almarhum diketahui sakit sejak Jumat pekan lalu. Namun, lantaran tak kunjung membaik, siswa kelas SMPN 3 Kotabumi itu akhirnya dibawa ke RSU Ryacudu sekitar pukul 16.00 Wib.

Namun, pihak RSUR akhirnya memutuskan untuk merujuk korban ke RSU Abdul Moeloek di Bandarlampung pada pukul 22.00‎ Wib. Hingga akhirnya didapati kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia. “Hasil diagnosa dokter cucu saya itu terkena penyakit DBD‎ dan terpaksa dirujuk ke Bandarlampung,” terangnya.

Senada dengan sang kakek, paman korban Izal membenarkan bahwa dari hasil pemeriksaan dokter, keponakannya itu terkena penyakit DBD. “Kabar tentang meninggalnya Gilang kami dengar pagi ini,” kata dia.

‎Keduanya berharap akan ada langkah konkret dari instansi terkait supaya peristiwa serupa tidak lagi terulang kepada warga lainnya di kemudian hari. Langkah konkret itu berupa sosialisasi bagaimana ciri penyakit DBD, dan tindakan pencegahan, serta apa yang harus dilakukan saat ada kerabat yang terkena DBD.

“Pemerintah harus lakukan tindakan pencegahan dan sosialisasi seputar ciri khas penyakit DBD berikut pencegahannya. Cukup keluarga kami saja yang menjadi korban. Jangan ada lagi!!” tegas dia.

 

Instruksikan Pencegahan

Terkait kasus tersebut, Pelaksana Harian Sekretaris Kabupaten Lampung Utara Sofyan, instrusikan ‎Dinas Kesehatan untuk segera melakukan tindakan pencegahan terhadap daerah – daerah yang dikenal endemik penyakit DBD.

‎Tindakan ini diperlukan untuk mencegah kembali terjadinya korban jiwa akibat keganasan penyakit DBD seperti yang dialami oleh Gilang Ramadhan hari ini. Gilang Ramadhan menghembuskan napasnya terakhirnya lantaran tubuh mungilnya tak kuat menahan keganasan penyakit DBD.

“Saya akan instrusikan kepada Dinas Kesehatan untuk segera lakukan tindakan pencegahan seperti pengasapan (Fogging) kepada daerah – daerah endemik DBD,” kata Sofyan usai mendengar kabar adanya warga Lampura yang meninggal akibat penyakit DBD.

Menurutnya, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara juga telah sering kali mengingatkan kepada instansi terkait untuk melakukan tindakan antisipasi terhadap perubahan iklim seperti saat ini.‎ Masyarakat juga diminta untuk segera laporkan temuan – temuan penyakit di lingkungannya. “Dua pekan lalu, pak Bupati Agung juga sudah ingatkan supaya mewaspadai perubahan iklim karena rentan dengan penyebaran penyakit,” ‎pungkasnya.(Askha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here