Bandarlampung (Netizenku.com): Hujan gerimis tidak menyurutkan niat anggota DPRD Kota Bandarlampung, Fandi Tjandra, untuk melaksanakan tugasnya menyerap keluhan, usulan, dan aspirasi dari masyarakat di masa reses. Politisi PDIP ini mengendarai sepeda motor menyusuri gang-gang sempit rumah warga di daerah pemilihan (Dapil).
Reses dari pintu ke pintu ini berlangsung di Kelurahan Perwata, Kecamatan Telukbetung Timur, Selasa (14/12). Fandi Tjandra banyak menampung aspirasi warga setempat.
“Semua usulan warga, nantinya akan kita coba usulkan, kalau pun tidak masuk di APBD murni 2022 kita coba di APBD Perubahan tahun 2022,” kata dia.
Namun demikian, lanjut Fandi, sebagian usulan warga sudah terealisasi di Tahun Anggaran (TA) 2021 seperti drainase, talud, gorong-gorong, perbaikan jalan di gang dan lainnya.
“Kalau jembatan untuk warga Kota Karang yang tinggal di bantaran pinggir pantai, di TA 2021 memang belum, karena banyak dana pemkot tersedot untuk penanggulangan wabah Covid-19. Makanya kita coba lagi di 2022. Tapi saya sudah menyumbang semen walau tidak banyak,” jelasnya.
Saat reses, dua satpam Perumahan Perwata, Marzuki dan Johari, mengharapkan ada bantuan beasiswa pendidikan program Bina Lingkungan (Biling). Sebagai satpam perumahan, mereka mengaku anak-anak mereka tidak tercover biling.
“Kawan-kawan kami, anak mereka masuk sekolah biling, kita ini sama pendapatannya. Bedanya kami satpam perumahan, kenapa kami tidak bisa biling, kami juga butuh biling karena pendapatan kami sama dengan kawan satpam lainnya,” ujar mereka.
Di lain tempat, Kosim mengeluhkan lokasi mereka selalu jadi langganan banjir. Karenanya ia bersama warga meminta kepada DPRD agar ada hibah mesin sedot air, sehingga apabila banjir datang, air tinggal disedot dialirkan ke sungai terdekat.
“Banjir di Lingkungan 02 Perwata ini dan di perbatasan RT 05 ada genangan air jika hujan. Masalahnya drainase tidak ada kalinya, tinggi air enggak bisa masuk melalui saluran ke kali. Makanya kami usulkan bantuan mesin sedot air,” kata Kosim.
Warga lainnya, Misnawati, menyampaikan di depan rumahnya jika hujan turun, air tergenang bak kubangan.
Ia mengusulkan jalan rusak di depan rumahnya diperbaiki dengan paving block.
“Kalau banjir, air masuk ke rumah dan banyak sampah. Sama juga minta lampu jalan untuk Gang Swadaya, pakai tiang kecil saja dua titik cukup, karena lokasi itu sangat gelap khawatir tindakan kriminalitas,” ujar dia. (Josua)








