DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Tauriq Attala Gibran

Senin, 13 April 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mulai mendalami dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati yang menyebabkan meninggalnya seorang pasien anak.

Lampung (Netizenku.com): Anggota DPRD Lampung, Yanuar Irwan, mengatakan pihaknya memfasilitasi laporan dari orang tua korban, Abizar Fathan Athallah bin Muslim, yang diduga meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan medis.

“Dari keterangan orang tua korban, terdapat prosedur yang tidak tepat atau adanya kelalaian dalam penanganan, sehingga berujung pada meninggalnya pasien,” ujar Yanuar pada, Senin (13/4/2026).

Baca Juga  NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengklarifikasi kejadian tersebut, Komisi V DPRD Lampung akan memanggil pihak RSIA Puri Betik Hati, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta keluarga korban guna mendengarkan keterangan dari semua pihak.

“Kami ingin mendapatkan gambaran utuh, sehingga tidak hanya mendengar dari satu pihak saja,” tegasnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Sementara itu, anggota DPRD Lampung lainnya, Budhi Condrowati, menilai terdapat indikasi keterlambatan penanganan terhadap pasien. Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, pasien belum mendapatkan penanganan optimal dalam rentang waktu tertentu.

“Dari hasil penelusuran, ada keterlambatan penanganan. Selain itu, ketersediaan dokter bedah juga terbatas, hanya satu orang, sehingga perlu menjadi perhatian,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Ajak Pramuka Perkuat Pengabdian dan Sinergi Bangun Generasi Muda

Budhi juga meminta pihak rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, termasuk menambah tenaga medis, khususnya dokter bedah.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Februari 2026. Korban diduga menderita penyakit usus buntu dan berdomisili di Perumahan Griya GMI, Bandarlampung. (*)

Berita Terkait

Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang
Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:24 WIB

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Groundbreaking Kawasan Industri Katibung pada 2027

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB