Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh desa di Provinsi Lampung sudah menerapkan program smart village pada 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Zaidirina, mengatakan smart Village merupakan desa pintar. Pada 2024 ia memproyeksikan secara Lampung menyeluruh 100 smart vilage.
“Progres program smart village pada akhir 2023 sudah mencapai 97 persen. Dari total jumlah desa yang ada di Provinsi Lampung sebanyak 2.446 desa. Tersebar di 13 kabupaten,” kata dia kepada awak media, Kamis (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengatakan pada 2024 ini pemerintah daerah telah menargetkan semua desa di wilayahnya akan 100 persen menerapkan smart village. Hal ini sebagai sarana pelayanan publik di desa yang berbasis elektronik serta digital.
“Di tahun ini tidak ada alasan lagi desa tidak menerapkan smart village. Semua harus 100 persen. Karena Gubernur Lampung sudah memberikan bantuan keuangan bagi desa yang totalnya berjumlah Rp15,9 miliar untuk pengembangan program ini,” tuturnya.
Dari total bantuan itu, sambung dia, sebanyak Rp15,9 miliar tersebut, setiap desa akan memperoleh dana bantuan pengembangan program smart village sebesar Rp6 juta.
“Smart village ini nantinya akan menggerakkan kesadaran sosial masyarakat dan berbagai pihak untuk memajukan desa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dan ini akan terintegrasi dari tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi,” terangnya.
Menurut dia, adanya program tersebut juga bertujuan untuk mendorong serta mengoptimalkan beragam potensi yang ada di masing-masing desa guna mendukung perekonomian sekaligus kesejahteraan desa.
Untuk diketahui, pada tahun 2023 silam dari total desa se-Provinsi Lampung sebanyak 2.446 desa hanya tersisa 61 desa saja yang belum menerapkan program smart village.
Desa-desa tersebut ada di Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, dan Lampung Utara. Kendala 61 desa belum dapat maksimal menerapkan smart village karena adanya kendala sinyal internet yang menghambat penerapan pelayanan desa berbasis digital tersebut. (Luki)








