Cabai di Balam Alami Kenaikan Harga

Redaksi

Minggu, 13 November 2022 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Harga cabai di pasar tradisional Bandarlampung mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut terjadi lantaran cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

“Cabai pada naik, tetapi naiknya tidak terlalu tinggi. Paling tinggi kenaikan terjadi pada cabai rawit jengki,” ungkap Susi, pedagang cabai di Pasar Tugu, Minggu (13/11).

Lebih lanjut, Susi, mengatakan meskipun beragam jenis cabai mengalami kenaikan harga, akan tetapi cabai rawit jengki tidak mengalami kenaikan harga. Ia turut menjelaskan harga cabai yang ia jual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cabai rawit jengki tidak naik, tetap Rp 25.000 per kilogram (Kg). Kalau cabai merah semula Rp 33.000 saat ini saya menjualnya Rp 35.000 per Kg, sedangkan cabai setan dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000 per kg,” jelasnya.

Senada, penjual cabai pasar tugu, Jo, mengaku kenaikan harga dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Cuacanya aja tidak menentu, kadang panas, kadang hujan. Mungkin itu penyebabnya,” kata dia.

Meskipun harga cabai mengalami kenaikan harga, ia mengaku tidak mengalami penurunan pembeli.

“Pembeli masih seperti biasanya, namanya cabai selalu dibutuhkan, meskipun harganya naik tetap ada pembeli,” kata dia.

Terpisah, penjual cabai di Pasar Tempel Sukarame, Sugeng, membenarkan telah terjadi kenaikan harga pada cabai.

“Lumayan naik, saat ini saya menjual cabai merah seharga Rp 34.000 per Kg, cabai setan Rp 50.000, sedangkan cabai rawit sebesar Rp 20.000 per Kg,” ucapnya. (Luki)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 April 2026 - 17:54 WIB

Pemprov Lampung Susun Roadmap ETPD 2026–2028, Bidik Prestasi TP2DD 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:51 WIB

IJP Lampung Jajaki Pembentukan Koperasi Bersama Dinas Koperasi

Rabu, 8 April 2026 - 13:32 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Daerah untuk Optimalkan PAD

Selasa, 7 April 2026 - 18:38 WIB

Lampung Siapkan PLTSa 1.000 Ton Per Hari, Target Beroperasi 2027

Berita Terbaru

Lampung

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 Apr 2026 - 21:49 WIB

Lampung

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Jumat, 10 Apr 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 18:05 WIB