Bandarlampung (Netizenku.com): Harga cabai di pasar tradisional Bandarlampung mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut terjadi lantaran cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.
“Cabai pada naik, tetapi naiknya tidak terlalu tinggi. Paling tinggi kenaikan terjadi pada cabai rawit jengki,” ungkap Susi, pedagang cabai di Pasar Tugu, Minggu (13/11).
Lebih lanjut, Susi, mengatakan meskipun beragam jenis cabai mengalami kenaikan harga, akan tetapi cabai rawit jengki tidak mengalami kenaikan harga. Ia turut menjelaskan harga cabai yang ia jual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cabai rawit jengki tidak naik, tetap Rp 25.000 per kilogram (Kg). Kalau cabai merah semula Rp 33.000 saat ini saya menjualnya Rp 35.000 per Kg, sedangkan cabai setan dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000 per kg,” jelasnya.
Senada, penjual cabai pasar tugu, Jo, mengaku kenaikan harga dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Cuacanya aja tidak menentu, kadang panas, kadang hujan. Mungkin itu penyebabnya,” kata dia.
Meskipun harga cabai mengalami kenaikan harga, ia mengaku tidak mengalami penurunan pembeli.
“Pembeli masih seperti biasanya, namanya cabai selalu dibutuhkan, meskipun harganya naik tetap ada pembeli,” kata dia.
Terpisah, penjual cabai di Pasar Tempel Sukarame, Sugeng, membenarkan telah terjadi kenaikan harga pada cabai.
“Lumayan naik, saat ini saya menjual cabai merah seharga Rp 34.000 per Kg, cabai setan Rp 50.000, sedangkan cabai rawit sebesar Rp 20.000 per Kg,” ucapnya. (Luki)








