oleh

Buruh Cat di Telukbetung Ditemukan Tewas Gantung Diri

Bandarlampung (Netizenku.com): Ujang Ismail (59), seorang buruh cat, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di pohon nangka belakang rumahnya, di Jalan WR. Supratman, gang Beringin dua, Kampung Kupas, Telukbetung, Bandarlampung, Jumat (11/5) pagi.

Hal ini diketahui saat Tetangga korban, David (34) melihat Ujang dan memanggilnya yang berada di pohon nangka, tetapi tidak menjawab. Dengan panik, akhirnya David langsung memberitahu pemilik warung depan rumah Korban, Uwak Yunan (57).

Baca Juga  Kasus Suap Bupati Lampung Selatan, Ketum Perti Diperiksa KPK

Menurut Yunan, sekira pukul 07.30 pagi saat dirinya sedang menonton televisi, David datang dan mengatakan melihat Ujang tergantung di Pohon nangka.

“Pagi itu David datang terus ngomong di warung saya ini, \”wak wak mang ujang gantung diri di pohon nangka\”, saya kaget terus langsung lari menyamperi Ujang, terus lihat dia. Astagfirullah.. sudah ada di atas pohon dengan lilitan tali dilehernya,\” ceritanya.

Setelah menemukan Ujang, dirinya langsung melaporkan ke RT dan Babinkamtibnas setempat, kemudian jenazahnya langsung dibawa ke RSUAM.

Baca Juga  Area Depan Kantor Polisi Jadi Lahan Baku Tembak

“Abis saya lihat, saya langsung lapor Pak RT sama Babinkamtibnas, gak lama jam 08.00 itu polisi dateng terus jenazahnya langsung dibawa kerumah sakit,” ucapnya.

Ujang yang kesehariannya dikenal ramah dan mudah bergaul, membuat geger warga sekitar. Sebab, Kamis malam dirinya masih mengobrol dengan para tetangga. \”Ya kaget saja mba, malam itu dia masih ke warung saya terus ngobrol-ngobrol sama sesepuh daerah sini,” ujar Yunan.

Baca Juga  Soal PL Shalawatan di Klub Malam, Pengurus MUI Beda Pendapat

Malam itu dirinya sempat bercerita bahwa dia sudah sebulan tidak bekerja dan ada masalah rumah tangga.\” Dia itu sudah sebulan gak kerja, terus bilang sama saya sudah pisah sama istrinya hampir sebulan saya kira itu jadi satu alasan dia buat bunuh diri,\” pungkasnya.

Berdasarkan Pantauan Netizenku.com terlihat para pelayat mulai berdatangan ke rumah Ujang. (Mel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *