Ketua NU Lampung: Momen Harkitnas, Pemerintah Harus Mau Evaluasi Diri

Redaksi

Minggu, 20 Mei 2018 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Untuk mengisi peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 yang jatuh pada, Munggu (20/5), Ketua Tanfizdiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, KH. Moh. Mukri, meminta pemerintah untuk mau dan siap mengevaluasi diri.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majmuk, dengan keanekaragaman suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). \”Dari awal bangsa ini didirikan, semangatnya sudah semangat kebersamaan dan keberagaman, karena itu pemerintah tidak boleh kalah oleh 1 atau 2 kelompok yang ingin memecah-belah bangsa. Bangsa dan pemerintahan harus mengevaluasi diri, agar Harkitnas benar-benar menjadi momen kebangkitan bangsa, dari segala bidang,\” ujarnya saat di hubungi Netizenku.com, melalui sambungan telepon, Minggu (20/5).

Baca Juga  AJI Ingatkan Media Jaga Independensi dengan Prinsip Firewall

Mukri mengatakan, beberapa tahun belakangan moment Harkitnas selalu diisi oleh demonstrasi oleh mahasiswa sebagai bentuk protes dan kritik terhadap kinerja pemerintahan. \”Kritik, protes silahkan saja. Yang tidak boleh itu anarkis. Kalau demo, kemudian tujuan dari demo itu jelas, aspirasi bisa tersampaikan dan tersalurkan dengan baik, ya silahkan saja. Tidak ada yang melarang,\” kata dia.

Lebih lanjut,  pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung ini meminta, agar peringatan Harkitnas ke-110 dapat dimaknai dengan cara yang produktif.

\”Niat dan tujuan kita harus sama, yaitu untuk mensejahterkan masyarakat. Pemerintah harus bekerja keras untuk hal ini, jangan semuanya jadi abai karena 1 atau 2 hal yang hanya mengganggu kemajuan bangsa. Kita harus bersatu melawan segala bentuk kemunduran,\” tegasnya. (Aby)

Berita Terkait

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam
Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen
Tak Hanya Citra Garden, Pengembang Perumahan Diminta Proaktif
Soal Banjir, Dewan Nilai Pemkot Balam bak Pemadam Kebakaran
Awal Mei PDI-P Balam Buka Penjaringan, Eva Dwiana Masih Miliki Kans
PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H
PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H
5.752 WBP Kanwil Kemenkumham Lampung Diusulkan RK Idul Fitri 2024

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 13:25 WIB

Bupati Pesawaran Klaim Tidak Anti Kritik

Jumat, 12 April 2024 - 19:31 WIB

Hujan Deras Guyur Pesawaran, Beberapa Wilayah Tergenang Banjir

Kamis, 4 April 2024 - 21:12 WIB

Pemkab Pesawaran Kembali Adakan Gerakan Pangan Murah

Rabu, 3 April 2024 - 19:02 WIB

Bupati Pesawaran Kunjungi Kementan RI, Ini Usulannya

Rabu, 27 Maret 2024 - 21:01 WIB

Dendi Harap Pemprov Lampung Terus Perhatian ke Pemkab Pesawaran

Rabu, 27 Maret 2024 - 18:49 WIB

Kapolres Pesawaran Imbau Organ Tunggal Tak Setel Musik Remik

Jumat, 15 Maret 2024 - 18:57 WIB

Jumat Curhat, Kapolres Pesawaran Ajak Orang Tua Awasi Anak-anak

Selasa, 12 Maret 2024 - 16:25 WIB

Dendi Tinjau Longsor dan Banjir di Desa Sukajaya Lempasing

Berita Terbaru

Mantan Bupati Kabupaten Tubaba, Umar Ahmad. Foto: Ist.

Lampung

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 Apr 2024 - 21:58 WIB

Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati. Foto: Arsip.

Bandarlampung

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam

Kamis, 18 Apr 2024 - 21:32 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, Adiansyah. Foto: Kiriman WA Adiansyah.

Bandarlampung

Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:38 WIB