oleh

BPBN akan Pasang 73 Unit Rambu Evakuasi-Papan Informasi Bencana

Liwa (Netizenku.com): Lampung Barat telah mengikrarkan diri sebagai kabupaten tangguh bencana. Status tersebut harus didukung sarana dan prasarana pendukung, seperti rambu-rambu evakuasi dan papan informasi.

Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Lampung Barat, Andi Cahyadi, mengatakan dalam mendukung Lampung Barat sebagai kabupaten tangguh bencana dibutuhkan sarana dan prasarana pendukung.

\”Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana, maka pak bupati Parosil Mabsus, telah mecanangkan sebagai kabupaten tangguh bencana, dan saat ini kita terus melengkapi berbagai sarana pendukung,\” kata dia, Selasa (6/8).

Baca Juga  Kesadaran Taat Prokes Rendah, Kasus Covid-19 Lambar Meningkat

Tahun 2019, kata Andi, di Lampung Barat akan di pasang 73 unit rambu evakuasi dan papan informasi bencana oleh Direktorat Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN).

\”Pemasangan rambu-rambu dan papan informasi tersebut sebagai salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam yang datang tiba-tiba,\” katanya.

Wilayah sasaran pemasangan rambu-rambu tersebut kata dia, telah ditetapkan di pekon-pekon tangguh bencana, sesuai dengan keputusan Rakor King Off Meeting yang di gelar Direktorat Kesiapsiagaan.

Baca Juga  Parosil Ajak Pahlawan Kebersihan Sarapan Bersama

\”Lokasi pemasangan rambu-rambu bencana, adalah Pekon Campang Tiga sebanyak 11 unit, Pekon Suka Makmur 9 unit, Pekon Sukamarga 9 unit, Pekon Tugu Ratu 8 unit, Pekon Tembelang 10 unit, pekon-pekon tersebut merupakan pekon yang yang telah ditetapkan sebagai pekon tangguh bencana, sementara itu ada dua kelurahan yang juga menjadi sasaran yakni Kelurahan Way Mengaku sebanyak 13 unit, dan Kelurahan Pasar Liwa sebanyak 14 unit;\” jelas Andi.

Baca Juga  Parosil-Sandiaga Audiensi Bahas Pengembangan Potensi Wisata Lambar

Pemasangan rambu bencana dan papan informasi bencana, menurut Andi, merupakan mitigasi struktural dalam upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

”Hal ini sejalan dengan telah terbentuknya beberapa Pekon tangguh bencana, di mana rambu yang terpasang akan menunjukkan pusat titik kumpul, lokasi pengungsian dan jalur evakuasi, pada akhirnya diharapkan akan mengurangi resiko akibat bencana alam,\” tandasnya. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *