BI dan BAPPEDA Gelar Forum Ekonomi Lampung

Redaksi

Selasa, 14 Februari 2023 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Lampung mengadakan Forum Ekonomi Lampung yang diadakan pada 9, 13, dan 15 Februari 2023 di KPW BI Lampung. Forum telah dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung bersama Kepala BI Lampung pada Kamis, 9 Februari 2023 lalu. Forum ini menghadirkan para ahli, praktisi maupun pemangku kebijakan dari berbagai bidang, yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Lampung, asosiasi terkait, akademisi, dan media. Forum ini diselenggarakan untuk menggali pemikiran dan rekomendasi kebijakan untuk menyusun dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah (2025-2030) dan jangka Panjang (2025- 2045) yang dikoordinasikan oleh Bappeda Provinsi Lampung
Di hari pertama tanggal 9 Februari 2023 dimoderatori oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Lampung Ir Mulyadi Irsan, M.T, dengan tema

“Transformasi Ekonomi Menuju Lampung 2045”. Hadir beberapa narasumber, diantaranya Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) I Nyoman Pugeg Aryantha, Akademisi Universitas Lampung (UNILA) Dr. Ayi Ahadiat, SE., MBA, dan Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Irwanda Wisnu Wardhana, S.ST., M.P.P., Ph.D., yang memamparkan mengenai berbagai inovasi produk turunan serta model ekonomi sirkuler untuk beberapa komoditas unggulan di bidang pertanian dan perkebunan di Provinsi Lampung serta peran teknologi untuk mendukung transformasi tersebut. Dalam pertemuan, juga hadir CEO Radar Lampung Ardiansyah dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yuria Putra Tubarat.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

Di hari pertama, juga hadir Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik BAPPENAS Eka Chandra Buana yang memaparkan bahwa transformasi ekonomi dibutuhkan untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap menuju bangsa yang maju dan sejahtera, sehingga perlu diatasinya hambatan-hambatan struktural, yang didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang agile dan resilien terhadap perkembangan zaman. Transformasi ekonomi tingkat nasional tidak dapat terlaksana tanpa peranan daerah, sehingga dibutuhkan adanya sinkronisasi serta komunikasi dan kolaborasi dalam hal perencanaan dan arah pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hari pertama, juga hadir Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik BAPPENAS Eka Chandra Buana yang memaparkan bahwa transformasi ekonomi dibutuhkan untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap menuju bangsa yang maju dan sejahtera, sehingga perlu diatasinya hambatan-hambatan struktural, yang didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang agile dan resilien terhadap perkembangan zaman. Transformasi ekonomi tingkat nasional tidak dapat terlaksana tanpa peranan daerah, sehingga dibutuhkan adanya sinkronisasi serta komunikasi dan kolaborasi dalam hal perencanaan dan arah pembangunan.

Di hari kedua tanggal 13 Februari 2023 dimoderatori oleh Ekonom Senior BI Lampung Tri Setyoningsih, hadir beberapa narasumber yang menyampaikan masukan dan rekomendasi. Dari sisi pertanian, Akademisi Universitas Lampung Dr. Teguh Endaryanto, SP., M.Si. menekankan beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mendorong Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebagai salah satu sektor di Provinsi Lampung yang berkontribusi terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja. Strategi tersebut diantaranya penguatan kompetensi dan kapasitas petani, pengembangan infrastruktur, stabilisasi harga, peningkatan akses pasar, serta penelitian dan pengembangan teknologi pertanian. Lebih lanjut, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Nyoman Adhiarna mendorong pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada sektor pertanian untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Sementara itu, Koordinator Tim Industri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Firdaussy Yustiningsih menyampaikan bahwa sektor industri pengolahan menjadi salah satu sektor penting pendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di negara-negara maju, seperti Korea Selatan dan Jepang. Sektor ini penting untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi setidaknya 6% per tahun untuk keluar dari Middle Income Trap sebelum Tahun 2045. Dalam pengembangan industri pengolahan, ekonomi sirkular perlu didorong, karena berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) serta memberikan peluang baru untuk diversifikasi ekonomi, penciptaan nilai, dan pengembangan keterampilan. Ekonomi sirkular dimaksud merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat mendorong transformasi sektor lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Apriyanus menyampaikan bahwa sustainable finance berpeluang meningkatkan peluang “green job” untuk penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Meski demikian, transformasi menuju industri hijau mempunyai tantangannya tersendiri, diantaranya investasi yang mahal dan sulitnya pembiayaan. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah utamanya dari aspek regulasi dan kepatuhan, permodalan dan teknologi, serta penjaminan sangat dibutuhkan.

Baca Juga  PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan

Lebih lanjut, Koordinator Jasa Keuangan Syariah BAPPENAS Muhammad Fahlevy, menambahkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah juga perlu didorong transformasinya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, karena kontribusinya terhadap PDRB yang masih rendah. Berdasarkan riset World Giving Indeks 2022, Indonesia tercatat sebagai negara Nomor 1 paling dermawan serta memiliki lembaga pengelola zakat dan nazhir wakaf yang cukup banyak, yang menjadikan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi syariah kedepan. Sementara itu untuk Lampung, Muhammad Fahlevy menyampaikan bahwa dengan penduduk yang didominasi oleh muslim, potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung juga sangat besar.

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

“Setiap daerah bisa mengoptimalkan pemanfaatan zakat dan wakaf sebagai sumber pembiayaan baru bagi pertumbuhan perekonomian” lanjutnya.

Pada akhir hari kedua, disimpulkan bahwa transformasi ekonomi Lampung membutuhkan dukungan semua pihak untuk mendorong sektor ekonomi yang saat ini menjadi pengungkit perekonomian Lampung, yakni pertanian dan industri pengolahan serta sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, seperti ekonomi dan keuangan syariah dan ekonomi hijau, oleh Ekonom Senior BI Lampung Tri Setyoningsih. Topik menarik dan penting akan dibahas di forum hari ketiga tanggal 15 Februari 2023 yang mengusung tema “Electronic Payment, Value Chain dan Industri”. (LENI)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB