oleh

Bawaslu: Pesisir Bandarlampung Rawan Politik Uang

Bandarlampung (Netizenku.com): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung menyampaikan berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan pihaknya, dan berdasarkan pengalaman pemilihan umum sebelumnya,  kerawanan tindak politik uang atau money politics masih berpotensi terjadi di daerah pesisir Bandarlampung.

\”Kita telah memetakan beberapa daerah yang rawan dalam politik uang, daerah pesisir masih menjadi daerah yang paling rawan seperti Telukbetung Timur, Panjang, Bumi Waras. Berkaca pada pemilu kemarin masih banyak terjadi politik uang di daerah-daerah yang berdekatan dengan pantai,\” kata Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah di Hotel Emersia, Selasa (22/9).

Baca Juga  Rekapitulasi DPB 2021, Pemilih di Lampung Capai 5.973.779

\”Nanti kita akan briefing khusus kepada jajaran kita terkait dengan kerawanan-kerawanan,\” lanjut dia.

Selain politik uang, tahapan krusial yang rawan dalam pilkada adalah pemutakhiran daftar pemilih yang berada di daerah pegunungan.

\”Seperti Telukbetung Barat yang berpotensi rawan daftar pemilih karena banyak perumahan elit yang susah di dalam mendata ketika pencocokan dan penelitian kemarin,\” ujarnya.

Sesuai tahapan pillkada, KPU mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada 19 – 28 September 2020. Kemudian Perbaikan DPS oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 29 September – 3 Oktober 2020.

Baca Juga  DPD RI Soroti Bawaslu Bandarlampung Tangani Netralitas ASN

Selanjutnya Rapat Pleno Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan/DPSHP di tingkat PPS pada 4 – 6 Oktober 2020. Rapat Pleno Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan/DPSHP di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) 7 – 9 Oktober 2020.

Dan Rapat Pleno Rekapitulasi DPS Hasil Perbaikan/DPSHP di tingkat KPU Kabupaten/Kota dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 9 – 16 Oktober 2020.

Bawaslu bersama KPU telah melakukan koordinasi terkait mekanisme KPU di dalam coklit dan pemutakhiran data pemilih.

\”Kami juga telah melakukan penelusuran dalam satu dua hari ini terhadap daftar pemilih. Masih banyak ditemukan pemilih yang ganda seperti ganda identik. Pemilih yang harusnya tidak masuk dalam daftar pemilih masih ditemukan seperti belum cukup umur,\” katanya.

Baca Juga  Ketok Palu Perubahan APBD 2021, DPRD Bandarlampung Berikan Catatan

\”Pemilih yang ganda, walaupun KPU memberikan NIK dan KK yang berbintang tapi bisa kita lihat keidentikannya dari nama dan tempat tinggal,\” lanjut dia.

Bawaslu menginstruksikan jajaran pengawas di bawah untuk melakukan penelusuran, by name by address, untuk memastikan pemilih tidak masuk dalam daftar pemilih. (Josua)

Komentar