BERBAGI
Foto: Arus lalu lintas di Jalan Raden Intan, Selasa (17/3), sekitar pukul 16.00 WIB.

Bandarlampung (Lentera SL): Pasca terbitnya imbauan pemerintah untuk menghindari berkegiatan di luar atau tempat umum, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandarlampung tampak mulai lenggang atau menyepi. Tak hanya arus jalan, angkutan umum hingga ojek online tak begitu ramai berkeliaran.

Namun, dalam pantauan Lentera Swara Lampung, Selasa (17/3) pada pukul jam sibuk seperti pukul 07.00-08.00 WIB serta pukul 16.00-17.00 WIB, arus lalu lintas jalan protokol di pusat kota masih tampak berjalan seperti biasa. Hanya saja, kepadatan kendaraan tampak berkurang.

Pasalnya, di hari kerja (Senin-Jumat) jalan protokol seperti, Jalan Raden Intan, Jenderal Sudirman, Kartini, Teuku Umar, Antasari dan ZA. Pagar Alam biasanya dipadati kendaraan, bahkan terkadang tersendat dan menimbulkan kemacetan akibat volume kendaraan yang begitu padat.

Selain itu, beberapa rumah makan dan toko-toko kecil tutup lebih awal. Salah satunya yakni di wilayah Universitas Bandarlampung (UBL). Menurut salah seorang warga, banyaknya rumah makan tutup kecil lantaran beberapa kampus yang telah di liburkan.

“Kerasa banget sepinya, ini aja rumah makan langganan pada tutup. Mungkin karena libur ” ujar salah satu mahasiswa, Iwan.

Selain arus lalu lintas dan wilayah kampus, pusat perbelanjaan mall juga tampak terlihat sepi. Salah satunya seperti mal Central Palaza. Meski demikian, terdapat sejumlah masyarakat masih tetap berkunjung. Namun setiap pengunjung wajib dilakukan tes suhu tubuh sebelum memasuki mal.

Menurut salah seorang staff, Maini Dertiwarti (22), terkait traffic pengunjung memang ada penurunan sejak fenomena virus corona di masyarakat mulai meningkat.  Namun, penurunan jumlah pengunjung tidak terlalu signifikan.

“Ya memang agak sepi, tapi nggak terlalu jauh. Operasional mall juga masih seperti biasa. Yang paling penting kebersihan mall terus diperhatikan, pengunjung juga tetap dilakukan tes suhu tubuh,” kata Maini, melalui sambungan telepon, Selasa (17/3).

Menariknya, penyediaan antiseptik juga dilakukan oleh salah seorang pedagang es kepala muda di wilayah Kemiling, Bandarlampung tepatnya di depan SMP 14 Bandarlampung. Ia percaya atas informasi yang beredar antiseptic dapat menghambat pengembang biakan virus corona.

“Iya ini antiseptic. Sekarang mah ngeri mas, takut corona, makanya ini saya sediakan,” kata seorang Ibu Rumah Tangga tersebut.

Di sisi lain, selain Gedung Pelayanan Pemerintah Kota Bandarlampung, Kantor Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Lampung masih ramai pengunjung, Selasa (17/3).

Dalam pantauan, sebaian besar masyarakat yang menghampiri kantor pelayanan jaminan kesehatan tampak menggunakan masker. BPJS Kesehatan Lampung juga menyediakan antiseptic untuk menyeterilkan pengunjung yang hadir dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

Salah satu pengunjung, Nur Indah (24), warga kaliawi, Tanjungkarang Pusat, mengungkapkan bahwa dirinya mengunjungi kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan perpindahan alamat. “Iya ini ramai seperti biasa, ini saja saya antrian ke 207,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebelum masuk diminta untuk memakai antiseptic. Namun kantor BPJS belum melakukan pengecekan suhu tubuh. “Iya tadi di suruh pakai antiseptic, tapi kalau alat untuk deteksi suhu tubuh itu nggak ada,” tuturnya.

Dirinya yang kurang lebih mengantre selama satu jam itu mengungkapkan tidak merasa panic menanggapi isu virus corona ini. “Kalau saya sih biasa aja, makanya nggak pakai masker. Susah juga sih nyarinya. Tapi kalau ngeliat semua-semua masyarakat yang di sini pakai masker kita enggak agak gimana juga ya,” bebernya. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here