oleh

Bandarlampung Diterpa Hoaks

Bandarlampung (Netizenku.com): Mewabahnya virus corona saja sudah membikin ketar-ketir banyak pihak. Alih-alih ikut menenangkan publik, kemarin justru beredar hoaks yang sempat membuat warga cemas.

Lantaran panik masyarakat lebih mudah meneruskan informasi ke publik, seperti status di media sosial atau pun meneruskan ke group pesan singkat WhatsApp. Namun banyak temuan isu tersebut dipastikan hoaks atau tidak benar, seperti kabar penutupan pasar dan sebuah table warning zone yang marak beredar.

Baca Juga  Lima Ekor Kuda Siger Horse \'Gagal Move On\' Kabur dari Kandang Baru ke Kandang Lama

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung menegaskan pihaknya tidak merilis informasi terkait warning zone.

\”Warning zone itu mereka buat karena ada pasien dalam pantauan (PDP). Padahal PDP itu belum tentu positif covid-19. Di Lampung PDP ada tiga orang dan hasilnya negatif,\” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, Minggu (22/3).

Terkait pasar tradisional di Bandarlampung yang akan ditutup, Gugus Tugas pencegahan virus Corona atau Covid-19 Kota Bandarlampung juga membantah informasi tersebut.

Baca Juga  Ombudsman Masuk Desa, Warga Pekon Lapor Jalan Rusak

Melalui Sekretaris BPBD Kota Bandarlampung, M Rizky, menegaskan bahwa informasi yang beredar itu adalah hoaks alias tidak benar.

\”Tentang berita pasar ditutup karena akan ada penyemprotan desinfektan, dipastikan berita tersebut tidak benar atau hoaks,\” kata Rizky, Minggu (22/3).

Rizky menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung belum mengagendakan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di pasar, khususnya pasar tradisional.

\”Karena tim gugus tugas covid-19 Kota Bandarlampung belum mengagendakan penyemprotan desinfektan di pasar,\” jelasnya.

Baca Juga  Herman HN Hadiri Rapat Lintas Sektoral Operasi Lilin Krakatau 2020

Informasi itu juga dibantah oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bandarlampung, Ahmad Nurizki Erwandi.

\”Dipastikan berita itu hoaks atau tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini belum adanya edaran terkait hal tersebut,\” pungkasnya.

Akan hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas dan dapat menyikapi isu Corona dengan tentram. (Adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *