Puluhan warga Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar aksi protes turun ke jalan pada Rabu (20/5/2026).
Lampung (Netizenku.com): Aksi ini dipicu oleh putusnya jembatan utama di wilayah mereka yang sudah terbengkalai selama empat bulan terakhir. Mulai dari emak-emak, tokoh masyarakat, hingga anak-anak sekolah ikut turun ke jalan. Mereka menuntut perbaikan segera karena akses penghubung antarkampung lumpuh total.
Jembatan di Way Pengubuan ini merupakan urat nadi bagi aktivitas warga. Akibat jembatan putus, anak-anak sekolah dan warga yang ingin melintas terpaksa mencari jalan alternatif. Jarak putar yang harus ditempuh pun tidak main-main, mencapai hampir 40 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Budi Hadi Yunanto. Ia menegaskan bahwa fenomena ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada dunia pendidikan dan perputaran ekonomi masyarakat.
“Jika harus memutar, jaraknya hampir 40 kilometer hanya untuk kegiatan pendidikan. Ini tentu sangat memberatkan,” ujar Budi saat di wawancarai diruang kerjanya, Kamis (21/5/2026).
Budi berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dapat bergerak cepat bahu-membahu menyelesaikan persoalan ini. Ia mendorong Pemerintah kabupaten Lampung Tengah untuk segera menyikapi kondisi darurat tersebut, termasuk opsi membangun jembatan darurat terlebih dahulu.
“Kalau perlu dilakukan secara gotong royong. Saya yakin Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memiliki pola dan langkah untuk menyelesaikan persoalan yang sifatnya darurat,” tegasny.
Kasus infrastruktur rusak di Lampung Tengah ternyata bukan kali ini saja terjadi. Menurut Budi, pihaknya menerima banyak keluhan masyarakat terkait kerusakan jembatan penghubung antar-desa, jalan pertanian, hingga jalur ekonomi menuju pasar.
Kondisi geografis Lampung Tengah yang banyak dialiri sungai membuat keberadaan jembatan menjadi sangat vital. Namun, kasus di Way Pengubuan ini dinilai paling mendesak karena menyangkut akses masa depan anak-anak sekolah.
Warga kini berharap pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera merealisasikan pembangunan jembatan, demi pulihnya aktivitas pendidikan dan ekonomi di Kampung Tanjung Ratu. (*)








