Alokasi LPG Lamtim Jauh dari Kebutuhan

Redaksi

Selasa, 26 Maret 2019 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur (Netizenku.com): Alokasi LPG 3 kilogram tahun 2019 untuk kabupaten Lampung Timur (Lamtim) hanya mendapat 18.263 metrik ton atau hanya sebanyak 6.087.666 tabung melon. Jumlah tersebut masih kurang dari kebutuhan masyarakat Lamtim.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Lampung Timur Mart Aziz menjelaskan, kalau melihat alokasi yang ada tentu masih kurang dari kebutuhan masyarakat.

Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tentu berupaya agar kuota atau alokasi yang ada dapat disalurkan dengan tepat sasaran. Sehingga tidak terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram di masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun langkah atau upaya yang dilakukan Pemkab Lamtim adalah dengan menerbitkan Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Kabupaten Lamtim Syahrudin Putera tertanggal 11 Maret 2019.

\”Dalam Surat Edaran bernomor SE.24/05-UK/2019 Tentang Pengawasan penyaluran dan penggunaan LPG 3 kilogram tersebut dijelaskan, bagi usaha restoran, batik, peternakan, pertanian, binatu (Ioundry), jasa Ias dan usaha tani tembakau untuk tidak menggunakan gas 3 kg,\” ungkapnya, Selasa (26/3).

Selain itu, langkah tersebut merupakan suatu upaya agar penyaluran gas 3 melon ini tepat sasaran. \”Karena kita ketahui bersama bahwa LPG yang 3 kilogram tersebut yakni untuk kelompok rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro. Maka kita menghimbau agar golongan masyarakat mampu dan usaha selain mikro untuk dapat menggunakan gas ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram.
Maka dalam hal ini kami menghimbau, karena alokasinya terbatas maka perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan,\” ungkap Mart Aziz.

Sementara itu, Andri salah satu agen gas di Lamtim sangat mendukung SE yang dibuat oleh Pemkab Lamtim tersebut. \”Namun kita juga berharap ada pengecualian di saat musim kemarau bagi petani yang menggunakan pompa air. Saat ini sudah banyak petani yang menggunakan pompa air dengan bahan bakar gas untuk mengairi air ke sawah saat musim kemarau,\” katanya.

Maka hal tersebut perlu juga diperhatikan, kalau petani menggunakan bahan bakar minyak maka biayanya sangat tinggi. \”Pemakaian pompa tersebut memang hanya saat kemarau, maka kita minta ada pengecualian dan hanya berlaku ketika musim kemarau,\” pungkasnya. (Nainggolan)

Berita Terkait

Cegah Narkoba Sejak Dini, Kwarda Lampung Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
Irham Jafar: Waspadai Ancaman Globalisasi
Irham Jafar: Data Penerima Bansos Belum Akurat
Perkuat SDM Pengawas, Bawaslu Lampung Fokus Tekan Politik Uang dan Netralitas ASN
Irham Jafar: Kita Patut Bersyukur Punya Pancasila Sebagai Perekat
Ferliska Berikan Hewan Qurban untuk Desa Raman Fajar
Pemprov Lampung Dukung Penguatan SDM Melalui Pelatihan Kader PMII di Lampung Timur
Anggota DPR RI Irham Jafar Tinjau UPPO di Bandar Agung

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:20 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:15 WIB

Kebakaran Lahap Bengkel dan Toko Elektronik di Kedaton

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Konvoi 30 Jeep PPM Jadi Magnet Festival Budaya HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Rabu, 29 Jul 2026 - 13:10 WIB

Oplus_131072

Tulang Bawang Barat

Kadisdikbud Tubaba Dorong Sekolah Perkuat Refleksi Program

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:03 WIB

Bandarlampung

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:45 WIB