Alangkah Mahal Harga Demokrasi di Pesawaran, Pemenang Pemilukada Jangan Jemawa

Hendri Setiadi

Minggu, 13 April 2025 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jembatan Gedong Tataan, Pesawaran. (ilustrasi foto:ist)

Ilustrasi jembatan Gedong Tataan, Pesawaran. (ilustrasi foto:ist)

Bohir sesungguhnya adalah rakyat jelata. Publik mesti paham kalau pembiayaan pemilu ditanggung negara. Duit negara salah satunya dari pajak yang disetorkan rakyat. Jadi jangan pernah kepala daerah terpilih nantinya petantang-petenteng. Lantaran untuk mereka sampai menduduki singgasana kekuasaan itu diongkosi oleh rakyat.

 

(Netizenku.com): Realitas ini hendaknya dicamkan benar oleh warga di Kabupaten Pesawaran. Lantaran untuk “sekadar” menentukan siapa bupati-wakil bupati mereka, negara mesti merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan pemilihan mesti diulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asal tahu saja untuk menggelar pemilukada serentak 2024 lalu biaya yang dianggarkan mencapai Rp28 miliar. Sialnya, sudahlah menghabiskan dana besar, pelaksanaannya tidak becus. Buktinya, ada Pemilihan Suara Ulang (PSU). Dan untuk menggelar PSU 24 Mei 2025 mendatang diperkirakan perlu tambahan ongkos Rp23,2 miliar.

Kenapa hasil pemilukada 2024 mesti dianulir? ah, sudahlah. Semua juga sudah tahu jalan ceritanya. Tapi apakah masyarakat Kabupaten Pesawaran menyadari, ketidakbecusan pelaksanaan pemilukada lalu sesungguhnya telah melecehkan harkat martabat seluruh warga di wilayah yang memiliki semboyan Andan Jejama itu.

Benar kemarin ada pihak yang bersiasat. Tapi mengapa penyelenggara dan pengawas begitu mudah terkelabui sampai tak mampu mengendus siasat itu semenjak awal.

Padahal mereka dibayar untuk pasang mata buka telinga agar siasat-siasat semacam itu tidak bisa diloloskan. Terlebih upah yang digelontorkan bukan sedikit. Diulang, TIDAK SEDIKIT. Lantas apa pernah terbersit di benak “para petugas” itu telah melukai harga diri masyarakat Pesawaran. Wallahualam bissawab.

Kalau pemahaman ini benar-benar sudah menyantol di pikiran warga pemilik suara pilih, hendaknya itu mampu melahirkan sikap bermartabat. Sikap yang tidak terpengaruh oleh berapa banyak logistik kampanye yang diiming-imingi calon kandidat. Sikap yang murni semata-mata demi perbaikan kampung halaman, Pesawaran.

Memang, bukan perkara mudah untuk menegakkan kepala tanpa takluk dengan “gula-gula” yang disodorkan kandidat jahat. Apalagi di zaman serba sulit seperti sekarang. Tapi warga Pesawaran adalah warga terhormat yang memiliki harga diri tak terbeli. Harga diri yang diajarkan dan diwariskan nenek moyang mereka.

Mungkin, warga Pesawaran sekarang tak pernah mampu membalas budi luhur dan kebaikan-kebaikan nenek moyang, dan yakinlah para pendahulu juga tidak menuntut timbal balik. Tapi setidaknya jangan pula membikin mereka malu lantaran pewarisnya tidak mampu menjaga harga diri para leluhur.

Sangat tidak sepadan jiwa-jiwa berbudi luhur itu ditukar minyak goreng atau sembako atau duit Rp200 ribu. Karena Bumi Andan Jejama sudah dikaruniai anugerah besar oleh pencipta-Nya yang telah menghidupi anak cucu warga Pesawaran.

Bukankah pula penggoda ke jalan tidak benar adalah watak sejati setan? Tidaklah keliru pula bila ada kandidat pemilukada yang berupaya menggoda pemilik “suara Tuhan” dengan politik uang atau sembako sesungguhnya adalah utusan setan. Maka, sikap mulia yang perlu diambil untuk menyikapi godaan tersebut adalah: Lawan! (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG
Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher
Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”
Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB

Pringsewu

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:25 WIB