Bapenda Baru Siapkan 45 Water Meter, Munir Minta Seluruh Wajib Pajak Air Permukaan Terukur

Tauriq Attala Gibran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar untuk pengadaan 45 unit water meter guna mengoptimalkan penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP).

Lampung (Netizenku.com): Langkah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung tersebut mendapat apresiasi dari anggota Komisi III DPRD Lampung, Munir Abdul Haris. Namun, Munir menilai pengadaan 45 unit water meter belum mencukupi.

Menurutnya, seluruh wajib pajak air permukaan di Lampung harus menggunakan alat ukur agar volume air yang dimanfaatkan dapat dihitung secara akurat dan menjadi dasar pengenaan pajak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini harus diprioritaskan. Kalau ingin mengoptimalkan PAD, semua wajib PAP harus menggunakan water meter. Jangan hanya sebagian,” kata Munir, Sabtu (8/8/2026).

Munir mengatakan pemasangan water meter bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan penerimaan PAP sesuai dengan volume air yang sebenarnya dimanfaatkan oleh perusahaan.

Baca Juga  PKB Lampung Gelar Harlah ke-28 dengan Beragam Aksi Sosial

Apalagi, ketentuan mengenai penggunaan alat ukur tersebut telah diatur dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam aturan tersebut, volume air dihitung menggunakan alat ukur volume air (water meter) atau alat sejenisnya.

Munir mempertanyakan jika pengadaan alat ukur untuk mengamankan penerimaan daerah belum menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Untuk BUMD saja Pemprov berani mengeluarkan anggaran besar, padahal belum tentu menghasilkan keuntungan. Ini water meter, jelas fungsinya dan dari tahun ke tahun berpotensi mengamankan penerimaan daerah. Seharusnya ini justru diprioritaskan,” ujarnya.

Ia menilai optimalisasi PAD penting untuk memperbesar ruang fiskal pemerintah daerah. Dengan pendapatan yang semakin kuat, kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan juga akan semakin besar.

Selain PAP, Munir meminta Pemprov Lampung mengoptimalkan sejumlah sumber pendapatan lainnya, di antaranya Pajak Alat Berat, Pajak Kendaraan Bermotor, serta potensi PAD dari 22 organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki sumber penerimaan.

Baca Juga  Gubernur Mirza Ajak KAHMI Lampung Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Sementara itu, Kepala Bapenda Lampung Saipul mengatakan terdapat 101 wajib pajak air permukaan di Lampung. Dari jumlah tersebut, baru 44 perusahaan yang telah menggunakan water meter.

“Sudah kita data secara mandiri. Yang sudah menggunakan water meter ada 44, sisanya ada 57 yang belum. Yang belum ini ada yang sudah rusak, ada yang memang sama sekali belum,” kata Saipul, Jumat (7/8/2026).

Bapenda kemudian mengusulkan pengadaan 45 unit water meter yang nantinya menjadi aset Pemerintah Provinsi Lampung.

Saipul menjelaskan harga satu unit water meter profesional berkisar Rp60 juta hingga lebih dari Rp200 juta. Jika seluruh unit dibeli, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong PAD Sektor Pertanian

Selain pembelian, Bapenda juga mempertimbangkan skema sewa water meter. Skema tersebut dinilai dapat mengurangi beban pemeliharaan karena perawatan alat menjadi tanggung jawab penyedia.

Bapenda menargetkan penerimaan PAP tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Hingga Juli 2026, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar Rp6,4 miliar atau 71 persen dari target.

Munir menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa PAP memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah dan masih memiliki ruang untuk dioptimalkan.

Karena itu, ia mendorong pemasangan water meter diperluas hingga seluruh wajib pajak air permukaan di Lampung.

“Kalau alat ukur ini bisa memastikan pajak yang masuk sesuai dengan penggunaan air sebenarnya, kenapa tidak dipasang untuk semua? Jangan sampai potensi pendapatan ada di depan mata, tetapi tidak diambil secara optimal,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Banggar DPRD-TAPD Lampung Sepakati Perubahan APBD 2026, SiLPA Naik Rp94,3 Miliar
DPRD Lampung Sesuaikan APBD Perubahan 2026, Prioritaskan Program Unggulan dan Efisiensi Belanja
Mesuji Ukir Sejarah, Jadi Tuan Rumah Piala Soeratin Lampung Tiga Kategori Sekaligus
Budiman As Minta 8.000 Aset Pemprov Lampung Diaudit Total
Imelda Dorong Kepastian Usaha Peternak Telur
DPRD Lampung Dorong PAD Sektor Pertanian
El Nino Ancam Lampung, BPBD Lampung Siaga Penuh
Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Egi Saksikan Ngaben Massal Balinuraga, 270 Sawa Diikuti Ribuan Pengunjung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Puluhan Ribu Warga Padati Ngaben Massal Balinuraga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Pemkab Lampung Selatan Mulai Rekonstruksi 20 Ruas Jalan Senilai Rp100 Miliar

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:40 WIB

PWI Lampung Selatan Apresiasi Podcast KPU sebagai Media Edukasi Demokrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:58 WIB

Bupati Egi dan Kajati Lampung Tinjau Program MBG di Natar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:27 WIB

TP PKK Lampung Selatan Raih Penghargaan Nasional Imunisasi Zero Dose pada HKG PKK 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:13 WIB

Lampung Selatan Pertahankan Status UHC Prioritas, Kepesertaan JKN Capai 99,91 Persen

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:15 WIB

Komisi Gabungan DPRD Lampung Selatan Sidak PT Oasis Wood Industry, Soroti Limbah, BPJS Ketenagakerjaan, dan CSR

Berita Terbaru

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau lokasi perbaikan jalan. (foto: ist)

Bandarlampung

Jalan Rusak Kedamaian Mulai Dibenahi

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:28 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana .(foto: ist)

Bandarlampung

Eva Ingatkan OPD Tak Lambat Tanggapi Keluhan Warga

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:11 WIB

Lampung Selatan

Puluhan Ribu Warga Padati Ngaben Massal Balinuraga

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:23 WIB