Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, meminta pemerintah pusat mengevaluasi harga tiket pesawat menuju Lampung yang dinilai masih terlalu mahal. Menurutnya, tingginya harga tiket menjadi salah satu penyebab minimnya jumlah penumpang dan belum optimalnya aktivitas penerbangan di Bandara Raden Intan II.
Lampung (Netizenku.com): Fauzi mengatakan, saat ini frekuensi penerbangan di Bandara Raden Intan II hanya berkisar 9 hingga 13 penerbangan (trip) per hari. Kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika aktivitas bandara jauh lebih ramai.
“Hari ini jumlah penerbangan hanya sekitar 9 sampai 13 trip per hari. Penumpang yang datang juga masih sedikit. Salah satu penyebab utamanya adalah harga tiket pesawat yang masih mahal,” ujar Fauzi saat di wawancarai diruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan, Bandara Raden Intan II pernah menjadi salah satu bandara dengan aktivitas penumpang yang tinggi saat harga tiket masih berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp300 ribu. Kini, harga tiket yang mencapai Rp700 ribu bahkan lebih dinilai membuat masyarakat berpikir ulang untuk menggunakan transportasi udara.
Karena itu, Fauzi meminta pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan harga tiket penerbangan ke Lampung. Ia juga mendorong pemerintah daerah terus memperjuangkan penambahan frekuensi penerbangan serta pembukaan rute-rute baru.
Menurutnya, status Bandara Raden Intan II sebagai bandara internasional harus diikuti dengan dibukanya kembali penerbangan internasional guna memperkuat konektivitas Lampung dengan berbagai daerah maupun luar negeri.
“Bandara Raden Intan II sudah berstatus sebagai bandara internasional. Karena itu, sudah saatnya penerbangan internasional kembali dibuka agar konektivitas Lampung dengan berbagai daerah dan negara semakin luas,” katanya.
Fauzi menilai penguatan akses transportasi udara penting untuk mendukung sektor pariwisata Lampung yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data kunjungan wisata tahun 2025, Provinsi Lampung mencatat 24,7 juta wisatawan atau melampaui target 20 juta kunjungan. Perputaran ekonomi dari sektor tersebut mencapai Rp53,11 triliun, dengan rata-rata belanja wisatawan sebesar Rp2,15 juta per orang.
Ia menambahkan, Bandara Raden Intan II harus menjadi wajah sekaligus etalase Provinsi Lampung. Untuk itu, ia mengusulkan penyediaan ruang promosi bagi pelaku UMKM, sentra kuliner khas Lampung, pertunjukan budaya, serta media informasi digital yang menampilkan berbagai destinasi wisata unggulan.
“Bandara harus menjadi pintu pertama yang memperkenalkan potensi Lampung kepada setiap wisatawan yang datang. Dengan begitu, kunjungan wisata dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)








