Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mengingatkan potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha.
Lampung (Netizenku.com): Menurutnya, persoalan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian serius setiap tahun, terutama bagi dinas peternakan. Ia menilai risiko terbesar muncul apabila sapi yang disembelih terindikasi penyakit dan tidak layak konsumsi.
“Ini harus diantisipasi sejak awal. Jangan sampai masyarakat sudah membeli sapi, ternyata tidak layak dikonsumsi,” ujar Mikdar saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia meminta dinas terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap peternak maupun lapak penjualan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan hewan dinilai penting untuk memastikan sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Selain pengawasan, Mikdar juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala PMK maupun penyakit lainnya. Menurutnya, langkah penanganan harus segera dilakukan sebelum hewan masuk ke pasar kurban.
Ia turut mendorong peran aktif pemerintah desa dan pemangku kepentingan di tingkat bawah untuk ikut memantau kondisi kesehatan ternak di wilayah masing-masing.
“Di setiap kecamatan ada dokter hewan. Ini harus dimaksimalkan untuk memantau dan memberi informasi jika ada potensi wabah,” katanya.
Di sisi lain, Mikdar berharap ketersediaan hewan kurban di Lampung tetap aman sehingga tidak terjadi lonjakan harga menjelang Iduladha.
“Lampung merupakan daerah penghasil sapi. Kita harapkan stok cukup, bahkan surplus, sehingga tidak ada gejolak harga,” pungkasnya. (*)








