Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendampingi kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dalam rangka percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Lampung (Netizenku.com): Kunjungan dilakukan di Puskesmas Way Halim untuk meninjau langsung fasilitas serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, sekaligus melihat penanganan penyakit menular di lapangan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hingga April 2026 estimasi kasus TBC di Lampung mencapai 30.745 kasus, dengan sekitar 5.800 kasus berada di Kota Bandar Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan pentingnya percepatan deteksi kasus.
“Percepatan deteksi kasus harus dilakukan melalui pemeriksaan aktif, tidak hanya kepada pasien, tetapi juga melalui pelacakan terhadap keluarga dan lingkungan sekitar guna memutus rantai penularan,” ujar Benjamin.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader kesehatan di tingkat desa.
“Kader harus aktif mengidentifikasi kasus, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mendampingi pasien selama proses pengobatan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Selain TBC, ia turut menyoroti kasus campak di Lampung yang masih dipengaruhi rendahnya cakupan imunisasi.
“Masih adanya penolakan imunisasi akibat hoaks menjadi tantangan dalam upaya pencegahan penyakit,” katanya.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.
“Kami terus memberikan pemahaman bahwa imunisasi aman dan penting bagi kesehatan anak,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mendukung percepatan eliminasi penyakit menular secara berkelanjutan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan penyakit menular di Provinsi Lampung,” ujar Jihan.
Ia menambahkan, Pemprov Lampung akan memperkuat langkah strategis ke depan.
“Kami akan meningkatkan surveilans penyakit, memperluas cakupan imunisasi, memperkuat edukasi masyarakat, serta mendorong kerja sama lintas sektor dan dukungan anggaran kesehatan,” katanya.
“Selain itu, keterlibatan aktif komunitas juga akan terus didorong dalam penemuan dan pencegahan kasus,” pungkasnya.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi masyarakat, diharapkan upaya eliminasi TBC dan pengendalian penyakit menular lainnya di Provinsi Lampung dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (*)








