Klasika Bagikan ‘Kurma’ Bertajuk Historisitas Syariah

Redaksi

Kamis, 7 Juni 2018 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Setelah rehat beberapa hari, pertemuan pertama sesi kedua Kuliah Ramadhan (Kurma) II 2018 oleh Kelompok Studi Kader (Klasika) akhirnya digelar. Setelah menghadirkan akademisi dari Universitas Malahayati dan Universitas Lampung, kini Klasika menghadirkan Akademisi Hukum dari UIN Raden Intan, Siti Mahmudah.

Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, membahas “Historisitas Syariah” yang dikemas dengan baik oleh Siti Mahmudah. Acara yang telah sukses terselenggara dengan baik ini, dimulai pada pukul 16.00 WIB dan diakhiri dengan buka puasa bersama antara peserta dan narasumber.

Penanggung Jawab Program Klasika, Een Riansah mengatakan, historisitas syariah merupakan hal yang penting dibahas oleh pemuda, mengingat banyaknya umat yang ikut-ikutan dalam menjalankan amalan dan tidak mengetahui dasar hukumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Jarang sekali masyarakat yang paham tentang historisitas syariah, padahal ini penting agar kita tidak menjadi umat yang ikut-ikutan,\” ujar Een dalam sambutan di Rumah Idiologi Klasika, Jalan Sentot Ali Basa, Gang Pembangunan A5, Sukarame, Bandarlampung, Kamis (7/6) sore.

Een juga mengatakan, bahwa Siti Mahmudah merupakan salah satu dari sedikit orang yang mendukung berdirinya Kelompok Studi Kader Klasika. “Pada saat awal berdiri Ibunda Siti Mahmudah adalah salah satu dari sedikit orang yang mendukung berdirinya Klasika,” pungkas Een.

Beranjak dalam acara diskusi, Siti Mahmudah menjelaskan bahwa memahami Islam secara tekstual merupakan salah satu penyebab munculnya tindak radikalisme. \”Pemahaman Islam yang mengidentikan dengan Arab dan murni merupakan salah satu penyebab muncul tindak terorisme,\” jelasnya.

Ia juga menerangkan, bahwa Islam itu tidak murni, ajaran Islam dipengaruhi budaya Ara. \”Islam itu tidak murni, ia turun dipengaruhi budaya Arab kala itu. Inilah mengapa banyak yang mengidentikan Islam dengan Arab padahal tidak. Dan ketika Islam hadir di Indonesia atau yang dahulu kala dikenal dengan nama Nusantara, hal itu pun pastinya kan terjadi. Tak perlu mencari hal yang sulit, dari segi pakaian saja antara orang Arab dan Indonesia sudah berbeda. Disinilah hebatnya Islam, bisa sesuai dengan geografis, iklim dan budaya manapun,” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
TPT SMK Lampung Tertinggi, Kolaborasi Pemprov–CSR Jadi Jalan Baru
Thomas Amirico Raih IWO Award 2025
Gubernur Mirza dan Jembatan Pendidikan Tampang Muda:  Gotong Royong Pemerintah untuk Masa Depan Anak Pelosok
Peminat Sekolah Negeri Menurun, Ini Kata Akademisi ITBA DCC
Kemendikdasmen Berencana ‘Hidupkan’ Kembali Jurusan SMA dan Kurangi Muatan Pelajaran SD-SMA
Satker Mitra Kerja Dilarang Berikan Gratifikasi ke Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Presiden Prabowo Wanti-wanti Mendikti Agar Mahasiswa Tidak Terhasut

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:23 WIB

Rolling 51 Kepsek SMA-SMK di Lampung, Disdikbud Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

Selasa, 14 April 2026 - 12:35 WIB

Wagub Lampung Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas, Perkuat Penanganan TBC

Senin, 13 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Senin, 13 April 2026 - 15:25 WIB

DPRD Lampung Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu Dukung Ranperda Fasilitasi Pesantren

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:42 WIB

Pesawaran

BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026

Selasa, 14 Apr 2026 - 18:14 WIB