Sebanyak 20 keluarga kurang mampu di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) segera menempati rumah baru melalui Program Nuwo SIP (Rumah Sehat Indah Produktif) 2025. Hingga akhir Agustus, progres pembangunan telah mencapai 85 persen, dengan 18 unit selesai dan dua unit lainnya dalam tahap penyelesaian.
Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Tubaba, Rizal Irawan menegaskan program unggulan Pemkab Tubaba ini bukan sekadar membangun rumah, melainkan juga memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu.
Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan Rp20 juta, terdiri dari Rp15 juta untuk material, Rp2 juta upah tukang, dan Rp3 juta pemberdayaan ekonomi. Tahun ini, bantuan produktif diwujudkan dalam bentuk lima ekor kambing berukuran besar, hasil kolaborasi Nuwo SIP Rp3 juta dan Baznas Rp4 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau tahun lalu tujuh ekor tapi kecil-kecil, sekarang hanya lima ekor namun kualitasnya jauh lebih baik,” jelas Rizal didampingi Kabid Pembangunan, Pemeliharaan, dan Pengelolaan Perumahan, Ali Zainal Abidin, di ruang kerjanya, Panaragan, Senin (25/8/2025).
Rizal menambahkan, bantuan Nuwo SIP bersifat stimulan sehingga warga juga didorong untuk swadaya. Pemkab turut menggulirkan Gerakan Limas (Peduli Rumah Sesama), yakni ajakan gotong royong membantu tetangga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Adapun sasaran Program Nuwo SIP 2025 meliputi Tiyuh Makarti Kecamatan Tumijajar (5 penerima), Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah (4 penerima), Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah (1 penerima), dan Tiyuh Sumber Rejeki Kecamatan Gunung Agung (10 penerima). Setiap rumah dibangun berstandar minimal 36 m² dengan material permanen, ventilasi, pencahayaan, dan fasilitas MCK.
“Target kami seluruh rumah selesai akhir September. Setelah itu baru disalurkan bantuan kambing. Harapannya, program ini bukan hanya menghadirkan rumah sehat, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi warga,” tutur Rizal.
Program Nuwo SIP diluncurkan Pemkab Tubaba pada akhir 2023 dan mulai dijalankan pada 2024. Sejak awal, program ini dirancang tidak hanya untuk menyediakan rumah layak huni, tetapi juga membuka jalan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Program Nuwo SIP adalah bantuan stimulan. Artinya, penerima juga harus memiliki swadaya untuk menambah keperluan pembangunan rumah. Oleh karenanya, kita mendorong Gerakan Limas sebagai wujud gotong royong warga membantu tetangga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni,” pungkasnya. (*)








