Bias Air Brush Merubah Tampang Tunggangan

Redaksi

Selasa, 6 Februari 2018 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miri Bias sedang berpose bareng tim.

Miri Bias sedang berpose bareng tim.

Di kalangan anak motor penggila custom, nama Bias Air Brush bukan hal asing lagi. Maklum saja reputasi Miri, pemilik studio yang berada di Jl. Adisucipto, Kebon Jeruk, ini sudah terbilang moncer.

Terlebih pada 2015 lalu, Bro Miri sukses menyabet juara 1 pada lomba air brush tingkat nasional untuk kategori lukisan realis. Tak pelak, prestasi dari ajang Bursa Motor (Burtor) di Jakarta ini, makin mendongkrak reputasi dia yang sebelumnya memang sudah berkibar di kalangan anak motor di Bandarlampung. \”Biasa aja. Itu juga kebetulan,\” ucap Miri merendah saat diwawancarai Netizenku.com, Selasa (6/2).

Baca Juga  Pj. Gubernur Samsudin Pimpin Rakor Penuntasan Pengelolaan Sampah Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung

Mengenai Studio Bias Air Brush yang dibangunnya sejak 2004 silam, Miri menjelaskan, orderan yang digarapnya bukan sebatas mengerjakan air brush semata. \”Kita juga sudah sering garap custom body yang rata-rata motor sport CC besar. Tapi nggak sedikit juga kita vermak motor-motor matic untuk ngerubah tampang jadi Thailook,\” ucap lelaki yang hobi kenakan kaos hitam ini.

Baca Juga  Wali Kota Bandar Lampung Resmikan Klinik Kesehatan Advent, Ada Program \'Janjian\'
\"\"

Untuk air brush sendiri, imbuhnya, studionya biasa menggarap mulai dari cat body polosan sampai yang bergambar atau motif. \”Soal motif kita ikuti selera pemilik motor. Tapi sering juga kita padu padan antara keinginan si pemesan sama masukan dari kita,\” kata Miri.

 

\"\"

Untuk harga, menurutnya, disesuaikan dengan tingkat kerumitan pengerjaan dan kualitas bahan yang digunakan. Untuk motor sport costum, misalnya, Miri memasang ongkos diangka Rp10 juta. \”Itu sudah termasuk semuanya dari mulai merubah body sampai pengecatan. Pokoknya terima kinclong sesuai selera,\” katanya, seraya bilang untuk make over total seperti itu dibutuhkan waktu pengerjaan sekitar 3 bulan.

Baca Juga  Presiden: Tahun Depan Gaji PNS-Pensiunan Naik 5%

\”Memang agak makan waktu ya. Karena memang harus dikerjakan sedetail mungkin demi kepuasan si pemesan, itu juga sudah termasuk waktu antrian, karena cukup banyak garapan,\” pungkas Miri. (Nk/Yunda)

Berita Terkait

Angin Perdamaian Andan Jejama Berhembus Lembut di Pesawaran
Kepala Babi Teror Jurnalis Tempo
Gerebek Sabung Ayam, 3 Polisi Gugur Diterjang Peluru
Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan
Hindari Pemborosan, Ekonom UGM Usulkan Program MBG Belajar pada Amerika
Manjur, Gubernur Mirza Keluarkan Jurus Negosiasi, Pabrik Tapioka Diminta Operasional Kembali
Beras Murah Disalurkan Lagi ke Lampung
Marindo Kurniawan Melaju dalam Penyeleksian Calon Sekdaprov Lampung

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 13:34 WIB

Generasi Sat-set Wartawan Masa Kini

Kamis, 3 April 2025 - 14:19 WIB

Menerka Arah Media Massa, Mau Untung Malah Buntung

Selasa, 1 April 2025 - 12:37 WIB

Belajar Menambal Kredibilitas dari The New York Times

Senin, 31 Maret 2025 - 20:48 WIB

Obrolan Wartawan di Sela Ketupat Lebaran

Sabtu, 29 Maret 2025 - 21:45 WIB

Merapat ke Markas Tempo

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:47 WIB

Kita Pernah Punya Wartawan Jihad, Kapan Ada Lagi?

Rabu, 26 Maret 2025 - 22:34 WIB

Tak Perlu Kepala Babi dan Bangkai Tikus untuk Membuat Kicep

Senin, 24 Maret 2025 - 05:01 WIB

Kebohongan Resmi dan Keterangan Palsu

Berita Terbaru

(Ilustrasi pinterest)

Celoteh

Generasi Sat-set Wartawan Masa Kini

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:34 WIB

(Ilustrasi: ist)

Celoteh

Menerka Arah Media Massa, Mau Untung Malah Buntung

Kamis, 3 Apr 2025 - 14:19 WIB

Buku The New York Times karya Ignatius Haryanto. (foto: koleksi pribadi)

Celoteh

Belajar Menambal Kredibilitas dari The New York Times

Selasa, 1 Apr 2025 - 12:37 WIB

Ketupat (foto: ist)

Celoteh

Obrolan Wartawan di Sela Ketupat Lebaran

Senin, 31 Mar 2025 - 20:48 WIB