BI Proyeksikan Ekonomi Lampung Tumbuh 4,6-5,3 Persen di 2025

Leni Marlina

Rabu, 12 Februari 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 berada dalam kisaran 4,6–5,3%. Proyeksi ini disampaikan pada Rabu (12-2-2025).

Pertumbuhan tersebut didukung oleh prospek permintaan domestik yang lebih baik, terutama dari berlanjutnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Hal ini sejalan dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5% serta terjaganya optimisme konsumen.

Memasuki awal 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Lampung pada Januari tercatat sebesar 140, angka tertinggi dibandingkan dengan IKK Januari dalam lima tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Bank Indonesia memperkirakan investasi swasta pada 2025 akan kembali meningkat seiring dengan berkurangnya ketidakpastian dunia usaha setelah puncak penyelenggaraan pemilu dan pilkada.

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Lampung diprakirakan tetap kuat. Namun, terdapat beberapa risiko perlambatan yang perlu diwaspadai. Berdasarkan outlook ekonomi global yang dirilis IMF pada Januari 2025, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Tiongkok, dan India—tiga tujuan utama ekspor Lampung—diperkirakan belum optimal tahun ini.

Baca Juga  Mirzani Dorong IWAPI Hilirisasi Pangan dan Digitalisasi Usaha

Meski demikian, prospek permintaan kopi robusta, salah satu komoditas ekspor unggulan Lampung, tetap positif. Harga kopi robusta di pasar internasional diproyeksikan terus meningkat, didorong oleh sentimen penurunan prospek panen kopi arabika di Brasil.

Menghadapi dinamika tersebut, peningkatan produktivitas di sektor hulu dan diversifikasi negara tujuan ekspor komoditas unggulan menjadi strategi penting untuk menjaga daya saing ekspor Lampung pada 2025.

Sektor Usaha dan Kebijakan Penunjang:
Prospek pertumbuhan ekonomi Lampung juga tercermin dari kinerja sektor usaha utama. Perbaikan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini didukung oleh berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga  Mirza: Jangan Tuntut Warga Taat Pajak Jika Pelayanan Belum Beres

Selain itu, dampak positif dari normalisasi fenomena El Niño serta implementasi program intensifikasi pertanian—melalui optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, dan kemudahan akses terhadap pupuk bersubsidi—berpotensi meningkatkan produksi tanaman pangan di Lampung pada 2025.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hampir 25% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada 2024 berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Oleh karena itu, pertumbuhan positif di sektor ini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

Sementara itu, sektor industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan diperkirakan tetap tumbuh positif, sejalan dengan prospek permintaan domestik yang semakin membaik.

Bank Indonesia juga memperkirakan inflasi akan tetap terkendali dalam rentang target 2,5±1% pada 2025. Untuk mendukung stabilitas ini, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan dan bersinergi dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah. Dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung berkomitmen untuk:

Baca Juga  NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

Menjaga stabilitas harga melalui penguatan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Mendorong akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran melalui sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Meningkatkan investasi melalui Forum Investasi Lampung (FOILA). Memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi UMKM. Mendorong hilirisasi klaster pangan strategis melalui peningkatan kapasitas produksi di sektor hulu serta pembinaan di sektor hilir. Dengan strategi tersebut, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 akan tetap kuat dan berkelanjutan. (Rls/BI)

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB