Mencermati “Pola Kemitraan” Media di Humas dan Protokol DPRD Lampung

Redaksi

Rabu, 9 Maret 2022 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

Bandarlampung (Netizenku.com): Noverisman Subing, anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, meminta pihak humas selektif dalam menjalin kerja sama dengan media.

“Harus dilihat medianya, kan wartawan ada yang aktif liputan dan melakukan pemberitaan. Itu lah yang harus diakomodir terlebih dahulu. Dijalankan seperti sudah diatur dalam RKA atau Rencana Kerja dan Anggaran,” katanya, Selasa (8/3/2022).

Statemen tersebut menanggapi temuan Netizenku.com yang mengindikasikan adanya ketidakjelasan dalam penentuan media massa, khususnya online, yang bekerja sama dengan pihak Humas dan Protokol DPRD Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelusuran Netizenku.com mendapati adanya indikasi “like and dislike” humas
dalam menjalin kerja sama dengan pihak media. Itu, misalnya, ditengarai dari tidak samanya nilai kerja sama yang diterima tiap-tiap media. Padahal semua media memiliki konsekuensi kewajiban kerjasama yang serupa.

Salah seorang pengelola website di Bandarlampung mengaku tidak pernah melakukan kerja sama dengan pihak Humas DPRD Pemprov Lampung. Itu bukan lantaran medianya tidak memiliki perwakilan wartawan untuk melakukan liputan di gedung dewan.

“Kami punya wartawan yang ngepos di pemprov dan dewan. Tapi saya sebagai pengelola memang tidak berkenan bekerja sama dengan mereka. Kalau mau jujur, semua wartawan yang ngepos di dewan juga tahu, bagaimana tidak jelasnya pola kerjasama yang diberlakukan.

Baca Juga  MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Semua tahu itu. Saya hakul yakin. Intinya, faktor kedekatan dan bersedia diatur. Kalau mau seperti itu nah bisa lancar, deh. Jangan pernah bicara tentang profesionalisme dalam hal ini. Makanya ada juga media yang idealismenya masih bagus, menolak kerja sama itu,” papar lelaki yang dikenal cukup senio di kalangan jurnalis, tanpa berkenan namanya dicantumkan dalam pemberitaan.

Ia menambahkan, semestinya rekan-rekan pers bisa menyadari kekeliruan ini, bagaimana mungkin sebagai insan pers yang mestinya kritis, kini mendadak bungkam hanya karena diiming-imingi nilai kerjasama yang tidak jelas.
“Kalau jurnalis bersatu lalu mengoreksi ketidakberesan yang ada, saya lagi-lagi hakul yakin benang kusut itu bisa dibenahi. Kalau sudah sesuai ketentuan, profesionalisme dan harga diri insan pers bisa terjaga. Kebanggan sebagai orang media juga terpelihara,” imbuhnya.

Kejanggalan itu juga terlihat saat Netizenku.com mengonfirmasi Kabag Humas dan Protokol DPRD Provinsi Lampung, Nana Soleha. Di satu sisi ia mengaku anggaran yang tersedia sangat terbatas. Bahkan, bila dijalankan berdasarkan RKA 2022, anggaran yang ada hanya cukup untuk menjalin kerja sama dengan 60 media saja.

Baca Juga  Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Namun pada penjelasan berikutnya, Nana mengatakan, pihaknya akan mengakomodir semua media asalkan sudah memenuhi ketentuan yang ada.

Ketentuan macam apakah yang ditetapkan? menurut Nana, pada proposal pengajuan kerjasama disebutkan bahwa media online tersebut sudah memiliki pemred bersertifikasi utama, sedangkan reporter yang ditugaskan telah mengantongi sertifikasi UKW tingkat muda.

Sayangnya, Nana tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut apakah informasi yang disampaikan melalui proposal pengajuan kerjasama itu diverifikasi lebih lanjut dengan melampirkan bukti copy sertifikasi yang dimaksud. Ini penting untuk memastikan bahwa pemenuhan persyaratan itu bukan hanya sebatas klaim tapi memang bisa dibuktikan.

Tak heran bila dengan pola yang longgar seperti itu memunculkan tumbuh suburnya media online bak jamur di musim penghujan. Dugaan ini terbukti lewat pangakuan Nana yang mengatakan, hingga saat ini sudah ada 461 media massa yang mengajukan kerjasama pada pihaknya.

Lantas berapa sebenarnya anggaran yang disediakan APBD untuk membiayai RKA tahun ini? lagi-lagi pihak humas enggan menyebutkannya, meski data informasi serupa itu tidak terkategori sebagai informasi/dokumen rahasia negara seperti telah diatur dalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Baca Juga  Lampung Siap Bidik Tuan Rumah PON 2032

Nana hanya mengemukakan, bahwa media yang menjalin kerja sama dengan pihaknya akan menerima pencairan kontrak per triwulan. Dalam rentang waktu 3 bulan itu nilai kontrak yang dicairkan senilai Rp 1,5 juta. Nilai ini disebut Nana sudah sesuai dengan satuan standar harga (SSH). Angka Rp1,5 juta itu dikonversikan dalam penayangan 30 berita selama triwulan. Artinya setiap berita bernilai Rp50 ribu.

Bila merujuk pada penjelasan Nana di atas, maka bisa diasumsikan besaran anggaran kerjasama media pada sekretariat humas DPRD Lampung di tahun 2022 sebesar Rp360 juta. Nilai yersebut diperoleh dari nilai kerjasama Rp50 ribu per berita, dengan penayangan sebanyak 30 berita oleh 60 media yang terakomodir seperti termaktub dalam RKA kemudian baru dikalikan empat untuk rentang periodik setahun.

“Bagus kalau mereka sudah menyebut angka,” imbuh jurnalis yang meliput di DPRD Lampung namun enggan dicantumkan namanya. “Bagus itu. Sebentar lagi sudah melewati triwulan. Nanti kita cross cek, apa benar jumlah medianya ada 60. Kalau berbeda dengan penjelasan seperti yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol DPRD Provinsi Lampung, berarti telah berbeda pula pelaksanaannya dengan RKA. Ada apa ini?” pungkasnya. (Agis)

Berita Terkait

Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas
Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat
MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes
RDP DPRD Lampung Sepakati Solusi Sementara untuk Pengrajin Tanah Liat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:01 WIB

KONI Pusat Survei Venue Olahraga Dayung dan Ski Air PON 2032 Di Kabupaten Pringsewu 

Jumat, 17 April 2026 - 08:00 WIB

Polisi Serahkan 5 Pencuri Sapi ke Kejari Pringsewu, Siap Disidangkan

Rabu, 15 April 2026 - 12:03 WIB

Bupati Pringsewu Canangkan Desa Cantik

Selasa, 14 April 2026 - 20:43 WIB

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan Sicantiks

Selasa, 14 April 2026 - 20:42 WIB

Pemkab Pringsewu Dukung Ranperda Fasilitasi Pesantren

Senin, 13 April 2026 - 19:18 WIB

Empat Pelaku Curanmor Beraksi di Pringsewu, Dua Kabur

Kamis, 9 April 2026 - 08:11 WIB

Dari Kondusif hingga Chaos, Ini Skenario Latihan Pengamanan Polres Pringsewu

Rabu, 8 April 2026 - 20:25 WIB

PWI Pringsewu Pererat Solidaritas Lewat Halalbihalal Idulfitri 1447 H

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Kunjungan TU Delft, Tubaba Kian Dilirik Dunia

Rabu, 22 Apr 2026 - 12:22 WIB

Lampung

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:41 WIB

Tulang Bawang Barat

Proyek RSUD Tubaba Rp128 M Diduga Minim Transparansi

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:33 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 156 | Rabu, 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 01:00 WIB