FSML Minta DPRD Bandarlampung Dorong Audit Dana Haji

Redaksi

Selasa, 8 Juni 2021 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kota Bandarlampung Aep Saripudin menerima audiensi Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML), Selasa (8/6), di ruang kerjanya. Foto: Netizenku.com

Wakil Ketua DPRD Kota Bandarlampung Aep Saripudin menerima audiensi Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML), Selasa (8/6), di ruang kerjanya. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Wakil Ketua DPRD Kota Bandarlampung Aep Saripudin menerima audiensi Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML), Selasa (8/6), di ruang kerjanya.

FSML merupakan forum perkumpulan umat Islam di Provinsi Lampung yang terdiri dari lembaga keumatan, majelis taklim dan pondok pesantren yang bergerak memperjuangkan isu keumatan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Edi Azhari selaku Koordinator FSML, menyampaikan beberapa hal kepada DPRD Kota Bandarlampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, FSML mempersoalkan ketidakadilan hukum di Indonesia, terkhusus kasus pelanggaran protokol kesehatan yang melibatkan Habib Rizieq Shihab, sementara ada pihak lain yang juga melanggar protokol kesehatan tetapi tidak dilakukan proses hukum.

Kedua, FSML meminta agar ada audit terkait pengelolaan dana haji sebagai imbas dari tidak adanya pemberangkatan ibadah haji di tahun ini.

Ketiga, FSML meminta dihentikannya Tenaga Kerja Asing asal Cina yang masuk ke Indonesia di tengah situasi Covid-19 saat ini, terakhir FSML mempertanyakan substansi soal Wawasan Kebangsaan kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang banyak menyudutkan umat Islam.

“Kami ingin DPRD Kota Bandarlampung bisa menyuarakan aspirasi kami ini ke pemerintah pusat. Kami ingin keadilan ditegakkan,” kata Edi Azhari.

Menanggapi aspirasi dari FSML, Aep Saripudin mengatakan akan menerima aspirasi tersebut dan akan sampaikan kepada pimpinan DPRD Kota Bandarlampung untuk selanjutnya disampaikan ke pihak terkait di tingkat pusat sesuai prosedur yang ada.

Sementara terkait pelaksanaan ibadah haji, legislator PKS ini menyatakan bahwa seharusnya Kementerian Agama tidak tergesa-gesa memutuskan membatalkan keberangkatan jamaah haji.

Ada dua alasan yang diungkapkan Kementerian Agama, pertama karena pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan kuota haji Indonesia sementara waktu tinggal 45 hari lagi.

Kedua, terkait keselamatan jamaah haji terhadap pandemi Covid-19 karena berinteraksi dengan jamaah haji dari berbagai belahan dunia.

“Jika alasannya kuota, harusnya jika sampai batas waktu tertentu belum ada info kuota dari pemerintah Arab Saudi, harusnya pemerintah Indonesia melakukan lobi diplomasi, jika perlu Presiden Jokowi menemui langsung Raja Saudi. Kalaupun ada pengurangan karena terkait jaga jarak dan pembatasaan kerumunan saat haji, tidak masalah. Yang penting masih ada yang berangkat,” kata Aep.

Sedangkan terkait masalah kesehatan, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dalam menyiapkan rombongan haji Indonesia berangkat ke Arab Saudi.

“Kalau masalah kesehatan jamaah haji, ya pemerintah harus menyiapkan segala sesuatunya. Jika perlu vaksin kembali sesuai jenis vaksin yang disyaratkan oleh pemerintah Saudi, ya harus disiapkan. Termasuk obat-obatan, dan sumplemen yang bisa meningkatan imunitas tubuh jamaah haji,” ujar Aep. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:15 WIB

Pasar Murah di Tubaba, Minyakita dan Beras SPHP Ludes

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:08 WIB

Pemkab Tubaba Peringati Hari Anak Nasional, Santuni 100 Anak Yatim

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:06 WIB

DPRD Tubaba Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Bimtek Pancasila

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:09 WIB

Inspektorat Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:07 WIB

Tubaba Matangkan Persiapan Penilaian Ombudsman 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:46 WIB

Pemkab Tubaba Salurkan 10 Mesin Pencacah Pakan

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:44 WIB

Produksi Gabah Tubaba Lampaui Target Semester I 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:30 WIB

Remind Festival 2026 Dongkrak UMKM Tubaba

Berita Terbaru

Pringsewu

Kejari Pringsewu Tahan Dua Tersangka Korupsi Pendataan PBB-P2

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:07 WIB

Pringsewu

Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar di Sukoharjo

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:28 WIB

Tulang Bawang Barat

Pasar Murah di Tubaba, Minyakita dan Beras SPHP Ludes

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:15 WIB