Dewan Kesenian Lampung Taja Festival Tari Virtual Peringati Hari Tari Dunia 2021

Redaksi

Rabu, 28 April 2021 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan Tari Sigeh Pengunten dari Dewan Kesenian Lampung. Foto: Dok

Penampilan Tari Sigeh Pengunten dari Dewan Kesenian Lampung. Foto: Dok

Bandarlampung (Netizenku.com): Pandemi belum juga berlalu, tetapi kreativitas tak boleh berhenti. Di tengah pagebluk Covid-19 Dewan Kesenian Lampung (DKL) melalui Komite Tari menaja festival tari virtual yang digelar selama 24 jam.

Peringatan Hari Tari Dunia (Virtual) Lampung 2021 akan ditaja live streaming di channel youtube Berita dan Informasi Siger TV selama 24 jam, mulai Kamis 29 April 2021 Pukul 20.30 WIB – Jumat, 30 April 2021 pukul 20.30 Wib.

Tak kurang dari 70 penari dan komunitas akan bergantian menggelar 130 karya tari secara bergantian sekira 24 jam penuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum DKL Prof Dr Satria Bangsawan SE M Si mengapresiasi Komite Tari meskipun di tengah pandemi tetap berkreasi dengan berinovasi menggelar fetival tari secara virtual selama 24 jam.

Apalagi pada kesempatan ini juga disertai dengan diskusi tari via zoom yang menghadirkan para tari Indonesia.

“Kegiatan ini juga sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahmi dan membangun jejaring. Apalagi pesertanya tak hanya dari Indonesia tetapi dari manca negara. Harapannya, ke depan dunia seni tari Lampung makin bertumbuhkembang dan dikenal di seluruh penjuru dunia,” ujar Satria Bangsawan.

Ketua Komite Tari DKL Agus Gunawan mengatakan kegiatan yang mengusung tajuk \”Mengenang yang Pergi, Menghalau Pandemi\” ini untuk memperingati Hari Tari Sedunia 2021.

Gelaran ini selain menaja ragam tari karya koreografer dari berbagai penjuru dunia juga akan dimarakkan dengan bincang tari yang akan menghadirkan para pakar tari antara lain; Elly D Lutan, Wiwik Sipala dan Bobby P Setiawan.

Agus menambahkan, kegiatan gelar Hari Tari Dunia 2021 di Lampung ini sekaligus juga untuk mengenang para koreografer Indonesia antara lain; Dedy Lutan, huriah Adam, Gusmiati Suid, Bagong Kussudiardjo dan Suprapto Suryodarmo.

“Peringatan Hari Tari Dunia ini juga menjadi bukti kalau seniman tari tak berhenti berkreasi karena pandemi. Kami bersiasat tetap berkarya meski harus menaja karya lewat jagad virtual. Menari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerakan ritmis dengan ide tertentu, ” papar founder Sanggar tari Sangisu Lampung ini.

Lebih lanjut, Agus Sangisu mengatakan jumlah penyaji yang tak kurang dari 70 koreografer perorangan maupun sanggar dengan sekira 130 penampilan ini berasal dari berbagai daerah kabupaten/kota di Lampung, Kepri (Batam).

Kemudian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur,Bali, Kalimantan, NTB, Jepang, Equador,Perancis dan banyak lagi.

Para penyajinya antara lain; Elly D Lutan (Jakarta), Ukinaka, Tomomi, Riyanto (Jepang) wangi Indriya (Indramayu), Kadek (Bali), Ni Kadek (Perancis), Bobby R, Daryono Darmorejono (Solo), Kerti Bhuana (Bandarlampung), Cangget Budaya (Kotabumi), Sri Mumpuni (Metro) dan banyak lagi.

Muasal Hari Tari Sedunia

Hari tari sedunia sendiri yang jatuh setiap tanggal 29 April ini pertama kali dicanangkan di tahun 1982 oleh lembaga tari internasional CID (Counseil Internasional de la Danse).

“Tujuannya adalah untuk mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi untuk menampilkan tarian-tarian negara mereka yang jumlahnya beragam,” terang Agus selaku Founder Sanggar Sangisu.

Di tahun 2003, lanjut Agus, Presiden CID, Professor Alkis Raftis, mengatakan bahwa pelestarian budaya menari masih sangat minim.

Tidak ada lembaga atau organisasi yang mendanai bidang seni tersebut secara memadai, tidak ada pendidikan seni tari, sehingga ketertarikan warga untuk menekuni bidang tari masih sangat rendah.

“Kemudian CID bersama-sama dengan UNESCO, menjadi wadah bagi para warga dunia untuk mementaskan pertunjukan tari dari budaya mereka. Muaranya, semua generasi muda dapat terus melestarikan budaya melalui seni tari,” imbuh Agus Sangisu.

Yang menggembirakan, lanjutnya, sejak tahun 2007, promosi untuk merayakan Hari Tari Dunia semakin gencar dilakukan berbagai kegiatan digelar bertemakan tari, antara lain; ada lomba esei, dan lomba menari di jalanan.

“Sejak saat itu, Hari Tari Dunia semakin diapresiasi warga sehingga banyak pertunjukan tari diadakan setiap tahunnya untuk memeringati hari diberbagai penjuru dunia,” pungkas Agus. (Josua)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB