JPPR Lampung: Debat Terkesan Menjatuhkan, Tak Menggambarkan Visi Misi

Redaksi

Kamis, 19 November 2020 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Provinsi Lampung, Erfan Zain. Foto: Ist

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Provinsi Lampung, Erfan Zain. Foto: Ist

Bandarlampung (Netizenku.com): Jaringan Pendidik Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Provinsi Lampung menilai debat kedua antarcalon Wakil Wali Kota Bandarlampung yang diselenggarakan KPU Kota setempat di Emersia pada Rabu (18/11) malam, tidak menggambarkan visi misi para calon.

Debat publik kedua antarcalon Wakil Wali Kota Bandarlampung mengusung tema Meningkatkan Pelayanan Publik, Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

\”Lebih banyak calon nomor 1 dan 2 mengkritisi pembangunan yang hari ini, kemudian calon nomor 3 hanya mengembangkan saja,\” kata Koordinator JPPR Lampung, Erfan Zain, saat dihubungi pada Kamis (19/11) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan pernyataan yang disampaikan Calon Wakil Wali Kota Nomor 1 Johan Sulaiman, dan Calon Wakil Wali Kota Nomor 2 Tulus Purnomo, terhadap pembangunan di Bandarlampung saat ini adalah hal biasa, namun hal ini dianggap berbeda oleh Erfan Zain karena yang mengkritisi adalah seorang calon.

\”Ketika yang menyampaikan itu seorang calon, terkesan menjatuhkan. Jadi ketika yang diserang adalah Pak Wali Kotanya, itu kan sama saja menyerang istrinya, kurang lebih kan seperti itu,\” ujar Erfan.

Tindakan yang demikian, lanjut dia, tidak akan mampu menarik empati atau simpati masyarakat malah akan menimbulkan perdebatan tersendiri di tengah-tengah warga.

\”Pemimpin kita kok malah saling serang bukannya menyampaikan visi misi dan programnya itu apa, pembangunan Kota Bandarlampung bagaimana, seperti di pesisir pantai khususnya daerah teluk, dan kesejahteraan masyarakat kaum marjinal. Itu seharusnya diangkat kembali sehingga memunculkan rasa kepercayaan masyarakat kepada calon pemimpinnya,\” kata dia.

Ketika para calon mengkritisi kebijakan pemerintahan saat ini, lanjut Erfan, seharusnya visi misi mereka menjadi solusi atas persoalan tersebut.

\”Sebagai calon tidak apa-apa mengkritisi tapi apa solusinya buat pembangunan, tidak hanya secara fisik tapi juga suprastruktural. Pembangunan masyarakat tidak hanya infrastruktur tapi bagaimana pengembangan SDM-nya,\” ujarnya.

Dia menyampaikan rasa kekhawatirannya ketika masyarakat sudah tidak lagi percaya kepada calon pemimpin, maka masyarakat akan memilih calon yang mau memberikan imbalan agar dipilih.

\”Ini kan pemahaman yang salah. Hari ini calon harus bisa mencari simpati dari masyarakat dari visi misi pembangunannya itu seperti apa,\” tutup Erfan.

Sementara Wali Kota Bandarlampung Herman HN dalam kegiatan Gelar Hasil Produk KSM/UMKM Binaan BDC pagi tadi, mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menilai setiap calon.

\”Jangan sampai kendor Bapak Ibu semua mendengar calon-calon yang enggak mengerti aturan, urusan, menjelek-jelekkan UMKM Bandarlampung. Padahal kita sudah lama membina UMKM,\” kata Herman HN yang merupakan suami dari Calon Wali Kota Bandarlampung Nomor 3 Eva Dwiana.

Eva Dwiana Herman HN berpasangan dengan Deddy Amarullah sebagai pasangan calon nomor 3 di Pilwakot Bandarlampung.

\”Seperti semalam, ini sudah menyangkut pribadi saya karena enggak ada etika. Manusia itu harus ada etika, akhlak. Kalau calon sudah menjelek-jelekin orang berarti enggak ada etikanya.\” (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Berita Terbaru

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB

Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) uang Rp800 juta di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (20/2/2026).  Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:43 WIB

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB