Bandarlampung (Netizenku.com): Sisi lain di balik pandemi Covid-19 mendorong masyarakat Kota Bandarlampung meluapkan kreatifitas secara positif, salah satunya melalui aquascape.
Seni mengatur tata letak, baik tanaman air, batu dan juga kayu serta media lain secara alami di dalam akuarium ini, kembali banyak digandrungi pecintanya lantaran mampu memberikan efek ketenangan saat memandanginya.
Salah satunya warga Teluk Betung, Muhamad Pramudya. Dirinya baru mulai tertarik pada dunia aquatic melalui karya Mega Tank oleh para juara Aquascaper Indonesia, di kanal YouTube milik salah seorang artis papan atas, Irfan Hakim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Awalnya lihat video itu, terus teman-teman di sekitar rumah rupanya juga buat. Nah berkat lihat langsung, jadi ikutan buat juga,\” ungkapnya, Minggu (26/7).
Hal serupa juga diungkapkan Sulaiman. Seorang jurnalis salah satu media cetak ini mengatakan bahwa di kalangan pewarta, hobi yang mulai merebak di Indonesia sejak 2011 silam itu mulai digemari kembali.
\”Di kalangan wartawan mulai digemari. Sekitar 2-3 bulan terakhir. Awalnya satu dua orang, kemudian yang lain juga ikutan. Alhasil jadi deh komunitas Forwako Aquascape,\” kata dia.
Di sisi lain, hobi yang menggocek kantong mulai dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah ini juga berdampak positif bagi kalangan bisnis di bidangnya.
Ari, salah seorang penjaga di kios Aqua Indah Jaya, Kedamaian, mengatakan bahwa selama pandemi bisnis di bilang air tawar ini meningkat drastis.
Menurutnya, pembeli berdatangan karena ingin mencoba hal baru. Banyak scaper baru, sebutan untuk orang yang menyukai aquascape, yang menjadikan aquascape sebagai pengisi waktu luang di rumah selama pandemi.
“Ya lumayan, meningkat hingga dua kali lipat. Populernya itu semenjak artis-artis main Aquascape juga, jadi banyak masyarakat yang termotivasi untuk berkreasi,” ungkapnya. (Adi)








