Warga Masih Alami Pembengkakan Tagihan Listrik

Redaksi

Minggu, 7 Juni 2020 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ist.

Ilustrasi Ist.

Bandarlampung (Netizenku.com): Memasuki triwulan pandemik covid-19, masyarakat tak henti mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik. Perusahaan Listik Negara (PT PLN) menyebut terjadinya kelonjakan drastis lantaran meningkatnya pemakaian listrik pelanggan selama berkegiatan di rumah.

Meski demikian, sebagian masyarakat mengaku tidak melakukan pemakaian listrik berlebih selama pandemi, namun juga turut mengalami fenomena kelonjakan listrik ini. Seperti diungkapkan Gracesandra, warga Geruntang, Bumiwaras, Bandarlampung, membantah dirinya melakukan pemakaian listrik berlebih di rumah.

\”Saya tv jarang hidup, sebulan bisa dihitung jari. Soalnya pada kerja semua, pulangnya malam. Lagian rumah kecil isinya apasi, palingan kulkas satu,\” ungkapnya, Minggu (7/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengaku sebelum adanya program listrik subsidi dari pemerintah pusat, tagihan listrik untuk rumahnya sebesar Rp150 ribu setiap bulannya. Namun di bulan Mei, tagihan listrik di rumahnya mendadak menjadi Rp600 ribu.

“Kalo ngitung manual cuma Rp150 ribuan. Sumpah saya biasanya bayar segitu. Okelah kalo dikatakan listrik naik jadi Rp200rb masih wajar. Lah ini gimana?” ujar Grace.

Grace juga mengungkapkan sempat melaporkannya ke PT PLN Tanjungkarang. Namun, ia justru diarahkan untuk mempotret meteran secara mandiri kemudian dikirimkan melalui Whatsapp. Namun hingga beberapa waktu tidak ada respons lebih lanjut.

Baca Juga  Bunda Eva Tinjau MBG, Pastikan Makanan Layak dan Berkualitas

Lantaran kesal, ia meluapkan melalui media sosial. PT PLN Pusat merespons cuitannya melalui Twitter yang diteruskan ke unit wilayah. Tak butuh waktu lama, tagian yang semula Rp600 ribu turun menjadi Rp480 ribu.

“Saya laporan ke PLN Tanjungkarang diminta foto meteran ke Whatsapp tapi nggak ada respons. Karena kesal saya Twit lewat twitter. Kebetulan direspons karena banyak direetweet. Terus ditelepon PLN dari situ diturunin jadi Rp480 ribu,” jelasnya.

Hanya saja, tagihan listrik di bulan Juni, masih tergolong belum stabil. Grace mengaku tagihan listriknya masih di angka Rp371 ribu. \”Tapi sudah capek komplain. Aduan rakyat kecil juga nggak didengar jadi biarkan sajalah. Tapi di bulan ini jadi Rp371 ribu, \” pungkasnya.

Pembengkakan tagihan ini juga dialami oleh Yeni, Warga Antarasi, Bandarlampung. Di bulan sebelumnya tagihan listrik miliknya di angka Rp349 ribu dan kini menjadi Rp846 ribu.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

“Ya Alhamdulillah masih bengkak. Saya juga nggak ngerti ini gimana cara hitungnya. Ya kalau bisa sih dengan situasi seperti sekarang ini jangan memberatkan masyarakat, dong,” kata Yeni.

Dikonfirmasi, Manager Komunikasi PT PLN (persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Junarwin, menjabarkan bahwa membengkaknya tagihan listrik merujuk pada meningkatnya pemakaian listrik selama Work Form Home.

“Dengan kondisi WHF, pemaikan listrik bertambah hampir semua masyarakat berkegiatan di rumah, sehingga pemakaian itu otomatis akan naik,” kata dia, melalui sambungan telepon, Minggu (7/6).

Junarwin menjelaskan, apabila pelanggan mengalami pembekakan tagihan, PT PLN telah mengeluarkan skema baru guna meringankan beban tagihan listrik, yakni dengan pembatasan pembayaran sebesar Rp40 persen.

“Jadi kalau dia biasa bayar Rp500 kemudian menjadi Rp800, cukup dibayar 40 persennya. Nanti, sisanya dicicil selama tiga bulan berikutnya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus yang dialami Grace lantaran beberapa waktu lalu pihak PT PLN melakukan perhitungan tiga bulan terakhir pemakaian. Pihaknya juga sempat meminta pelanggan untuk memotret meteran secara mandiri, apabila pelanggan tidak mengirimkan potret nomor meteran itu maka PT PLN akan melakukan evaluasi perhitungan tagihan dalam pemakaian tiga bulan terakhir.

Baca Juga  Konvoi 30 Jeep PPM Jadi Magnet Festival Budaya HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

“Kebetulan kalau kemarin kan memang ada yang mungkin di PLN kelebihan karena nembak. Kita tidak melakukan kegiatan pembacaan meter, karena kita physical distancing. Cuma kan ada yang kebesaran ada yang kekecilan, nah mulai bulan ini kita mulai dibatasi dengan skema itu,” kata Junarwin.

Apabila pelanggan mengalami pembengkakan tersebut dan tidak melakukan pemakaian yang berlebih Junarwin menganjurkan agar dapat melaporkan ke PT PLN Tangjungkarang. “Datang PLN Tanjungkarang foto ke meterannya, saya baru tahu ini seharusnya di unit bisa melayani itu. coba nanti saya konfirmasi, tapi nanti kalau tidak sesuai bisa dikoreksi kok,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang telah terlanjur membayar kelonjakan, lanjutnya, tidak perlu risau. Sebab, kelebihan tagihan akan dihitung di bulan berikutnya. “Kalau dia memang sudah terlanjur kebesaran berarti dibayar dulu baru makai, jadi sisanya akan menjadi tabungan di pemakaian bulan selanjutnya,” tukasnya. (Adi)

Berita Terkait

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB

Pringsewu

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:25 WIB