Mukhlis Pembicara Diskusi Hari Kopi Nasional

Redaksi

Rabu, 11 Maret 2020 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liwa (Netizenku.com) : Diskusi yang diberi tema \”Hari Penuh Hikmah\” dalam rangka peringatan Hari Kopi Nasional, yang digelar auditorium Kementerian Pertanian RI, menghadirkan pembicara anak seorang petani kopi asal Lampung Barat Mukhlis Basri, Rabu (11/3).

Materi yang disampaikan oleh Mukhlis tentang peningkatan kesejahteraan petani kopi di Indonesia khususnya petani kopi Lampung yang merupakan penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia dengan kontribusi sebesar 24,19 dari produktivitas kopi nasional.

\”Saat ini petani kopi belum sejahtera, akibat berbagai hal, diantaranya jumlah produktivitas yang masih sangat rendah, dimana petani kopi kita hanya menghasilkan 1-4 ton/hektar/tahun. Apabila diasumsikan dengan harga jual Rp18.000/kg, maka masih sangat rendah dari kebutuhan hidup layak,\” kata Mukhlis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Kegiatan yang juga dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Dewan Kopi Nasional Anton Apriantono, Mukhlis memberikan solusi bagaimana meningkatkan hasil produksi petani kopi, diantaranya dengan program bantuan bibit unggul.

\”Pemerintah harus bekerja sama dengan Perguruan Tinggi, dalam membudidayakan bibit unggul, dan bibit yang disediakan tidak harus impor dari Vietnam atau Brazil. Gunakan saja bibit lokal yang telah melalui proses ujicoba oleh Perguruan Tinggi,\” kata Mukhlis yang juga ketua Dekopi Lampung.

Rendahnya hasil panen kopi juga kata Mukhlis, terutama di Lampung sangat berpengaruh dengan iklim, karena apabila musim kemarau hasil akan lebih baik. Dan sebaliknya apabila musim hujan hasil panen akan menurun.

\”Saya ini petani kopi, jadi paham betul kondisi yang dialami petani, dengan demikian salah satu upaya pemerintah ada menghasilkan bibit yang cocok untuk semua musim, apalagi saat ini kebun kopi masyarakat sebagian besar tanaman tua yang sudah turun temurun,\” jelasnya.

Baca Juga  Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Dan yang tidak kalah pentingnya kata Mukhlis yang juga anggota komis I DPR RI, pendampingan oleh tenaga profesional kepada petani. Sedangkan yang terjadi saat kebalikannya, karena banyak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) alih tugas.

\”Faktanya di lapangan banyak PPL yang jadi lurah, camat bahkan kepala dinas, untuk itu kedepan alih tugas tersebut tidak ada lagi, karena petani sangat butuh pendampingan dari PPL tentang bagaimana memilih bibit unggul, perawatan tanaman, dan membasmi hama yang banyak dikeluhkan oleh petani,\” ujarnya.

Secara kualitas kata Mukhlis kopi robusta Lampung tidak kalah dengan kopi dari daerah lain, buktinya, kopi robusta Lampung Barat telah diakui baik oleh negara luar, dengan masuk 10 besar terbaik pada ajang kopi speciality Indonesia dengan score cupping 88,38, meraih penghargaan Bronze Gourmet pada ajang penghargaan AVPA Gourmet Product Paris 2018 pada kategori roastery D’Lampung dengan sampel kopi robusta petani Lampung Barat.

Baca Juga  Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

\”Secara kualitas dan rasa kopi robusta Lampung secara umum dan khususnya Lampung Barat tidak kalah dengan kopi dari daerah lain, dengan meraih predikat terbaik pada ajang tingkat internasional. Tetapi kenapa petani kopi kita belum sejahtera, itulah menjadi tugas pemerintah mencarikan solusi terbaik,\” pungkas Mukhlis dengan kalimat penutup \”Ingat Kopi Ingat Lampung Barat\”. (Iwan)

Berita Terkait

Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov
Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah
Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit
Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif
Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:29 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

APBD Seret Bukan Alasan! Warga Linggapura Nekat Bangun Jalan Sendiri

Senin, 15 Juni 2026 - 14:31 WIB

Budiman AS Ramaikan Bursa Calon Ketua DPD Partai Demokrat Lampung

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Demo Mahasiswa di Pemprov Lampung Memanas, Massa Desak Masuk Halaman Kantor

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:08 WIB

Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:03 WIB

Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

PKB Lampung Panaskan Mesin Politik, DPP Resmi Tetapkan 15 Ketua DPC Baru

Berita Terbaru