Dinkes Klaim Angka Stunting Rendah

Redaksi

Selasa, 10 Desember 2019 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Di tengah wilayah lain yang belakangan gencar mencanangkan program penekanan angka stunting, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung justru mengklaim angka stunting di kota setempat masih terbilang rendah dan tidak masuk dalam daerah yang menjadi perhatian khusus oleh pemerintah.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Edwin Rusli, sementara ini Kota Tapis Berseri terkait kasus stunting hanya di angka 0,5 persen saja. Angka tersebut jauh dari garis standar yang masuk dalam perhatian khusus, yakni 20 persen.

Baca Juga  Jalan Sehat HUT Bandar Lampung Siapkan Hadiah Rumah dan Mobil

\”Angka stunting di Bandarlampung cukup rendah masih di angka 0,5 persen, sedangkan yang menjadi perhatian khusus pemerintah itu berada di angka 20 persen,\” kata Edwin Rusli, Selasa (10/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas angka-angka tersebut, menurutnya pihaknya tidak perlu risau dalam mengatasi stunting. Namun antisipasi tetap dilakukan dalam upaya pencegahan, seperti memberikan gizi yang cukup kepada masyarakat mulai dari balita.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

Ia juga mengatakan telah menginstruksikan kader-kader yang tersebar di Kota Bandarlampung agar terus memantau secara berkelanjutan kecukupan gizi masyarakat. Bila perlu kader ini digerakan untuk mendorong masyarakat mengkonsumsi gizi dan makanan tambahan guna lebih sehat.

\”Kami belum mendapatkan temuan ataupun laporan adanya warga yang terkana stunting sejauh ini,\” ungkapnya.

Di luar dari stunting, Bandarlampung masih jauh dari sanitasi baik. Edwin juga mengakui bahwa Kota Bandarlampung belum begitu optimal atas tercapainya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yakni stop 100 persen buang air sembarangan.

Baca Juga  Wali Kota Tinjau Pemeliharaan Jalan Wala Kuba

\”Kita tidak berani deklarasikan open defication free (ODF) sebab masih banyak warga kita yang masih tinggal di bantaran kali, sungai dan laut,\” jelasnya.

Meski demikian Pemkot Bandarlampung berupaya secara bertahap agar mencapai ODF tersebut. \”Kami sedang berusaha melalui puskesmas agar setiap satu pekan sekali ada wilayah yang ODF,\” terangnya. (Adi)

Berita Terkait

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB

Pringsewu

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:25 WIB