Liwa (Netizenku.com): Anggota DPRD Lampung Barat, beda suara terkait studi banding 131 peratin, yang didampingi camat, kepala dan staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) ke Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
Ketua LSM Front Rakyat Lampung Barat, Anton CM, mengaku heran dengan sikap anggota DPRD Lampung Barat yang disuarakan melalui beberapa media, antara yang mendukung dan tidak mendukung program studi banding yang menghabiskan dana desa Rp1,1 miliar tersebut.
Kata Anton, pada awal keberangkatan peratin, camat, kepala dan staf DPMP ada anggota DPRD yang menyampaikan kritikan program yang menggunakan dana desa mencapai Rp1,1 miliar, bahkan berpendapat bimtek atau studi banding tersebut akan lebih baik dilakukan di Liwa Lampung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu, hari ini diberitakan berbagai media, ada anggota DPRD Lampung Barat, mengakui studi banding atau bimtek tersebut sangat bermanfaat untuk kemajuan Lampung Barat kedepan, sehingga diberikan apresiasi dan dukungan.
\”Aneh saja, satu lembaga beda pendapat, apakah perbedaan tersebut, karena yang berpendapat kurang setuju tidak ikut serta dalam bagian studi banding atau bimtek, sedangkan yang mendukung dan menyatakan bagus, ikut dalam rombongan dan mendapat servis yang istimewa dari pihak terkait yakni DPMD dan Apdesi,\” kata Anton.
Menurut Anton, studi banding atau bimtek bukan hanya program peratin saja, tetapi program wajib anggota DPRD Lampung Barat, bahkan dalam satu tahun dilakukan beberapa kali dengan anggaran yang cukup menyedot APBD Lampung Barat, tetap sampai saat ini masyarakat belum melihat apa program yang menjadi inisiatif anggota dewan untuk kemajuan daerah.
\”Jangan-jangan studi banding atau bimtek yang dilakukan peratin mengikuti jejak anggota DPRD yang secara rutin melakukan bimtek. Maka kedepan kami minta studi banding atau bimtek baik oleh eksklusif, legislatif dan saat ini peratin, jangan yang diutamakan jalan-jalannya,\” kata Anton, seraya mengatakan dalam dua hari ini facebook para peratin dan camat penuh dengan foto-foto jalan-jalan ke destinasi wisata dan pusat perbelanjaan. (Iwan)








