World Clean Up Day, Lampung Hanyalah Syarat

Redaksi

Sabtu, 21 September 2019 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Salah satu peserta tengah melemparkan sampah ke truk di akhir kegiatan. (Adi)

Foto: Salah satu peserta tengah melemparkan sampah ke truk di akhir kegiatan. (Adi)

Bandarlampung (Netizenku.com): Ratusan generasi milenial yang tergabung dari berbagai instansi, NGO/LSM, hingga komunitas menyemarakkan aksi World Cleanup Day 2019, di Gunung Kunyit, Sabtu (21/9).

Namun, faktanya dalam pantauan di lokasi yang menjadi penetapan titik lokasi tidak terlalu banyak sampahnya. Bahkan, ada satu titik yang terdapat banyak sekali sampah justru ditinggalkan.

Salah satu Kordinator, Sulistia Ningrum, mengatakan, kegiatan ini serempak dilakukan seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Jadi aksi ini tujuannya bersih-bersih, tepatnya pada 21 September, yang serentak dilakukan di seluruh dunia.\” ujarnya.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Diketahui, kegiatan tersebut sempat mengalami perubahan titik lokasi, yang sebelumnya berpusat di pantai kabarti, Panjang, kemudian beralih ke pesisir Sukaraja, dan terakhir ditetapkan di pesisir gunung kunyit, Sukaraja.

\”Sebenarnya Kabarti tempat yang pas. Namun akses lokasinya belum memadai. Kemudian di Sukaraja juga sampah menumpuk, hanya saja dilihat dari kondisi terlalu kotor. Kita kurang siap di alat seperti sepatu boot dan sebagainya.\” kata Sulis.

Setelah berembuk dari beberapa pihak, lanjut Sulistia, dikatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung, wilayah tersebut juga akan terus berjalan terkait pengatasan sampah disetiap bulannya.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

\”Tapi memang sampah dateng terus jadi keluh. Untuk di Bandarlampung, sampah-sampah memang dari laut, tapi laut itu juga berasal dari sungai. Nah sungai berasal dari masyarakat juga.\” kata dia.

Kenapa tidak di sungai? Pengakuannya, sempat ada opsi lokasi di sungai. Hanya saja, menurutnya ketika aksi tersebut tidak dibarengi sosialisasi rasanya tidaklah berarti.

\”Tapi untuk bersih-bersih saja menurut kami tidak cukup. Kalau kesana harus ada sosialisasi kepada masyarakat.\” jelasnya.

Meski demikian, aksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dalam mengatasi sampah di kota Tapis Berseri.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

\”Sifatnya kita sustainable (berkelanjutan), mungkin setelah ini kita akan bentuk gerakan-gerakan lain.\” tukasnya.

Sementara, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WAlhi) Lampung, Irfan Tri Musri, menilai setiap aksi bersih sampah yang dilakukan merupakan hal yang bagus.

Hanya saja, menurutnya aksi-aksi serupa tersebut tidaklah mungkin dapat mengatasi sampah di pesisir Kota Bandarlampung, terkhusunya di wilayah Sukaraja.

\”Apa iya aksi yang dilakukan hanya seremonial sehari bisa? Semua penduduk di Bandarlampung juga belum tentu sehari bisa atasi sampah di pesisir kota Bandarlampung.\” kata dia. (Adi)

Berita Terkait

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:30 WIB

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata

Rabu, 22 April 2026 - 16:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Rabu, 22 April 2026 - 09:41 WIB

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata

Selasa, 21 April 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Selasa, 21 April 2026 - 11:14 WIB

Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas

Selasa, 21 April 2026 - 10:53 WIB

Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Senin, 20 April 2026 - 21:57 WIB

MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Berita Terbaru