Hadapi Angkutan Lebaran, 1.300 Pegawai KAI Tidak Diperkenankan Cuti

Redaksi

Minggu, 26 Mei 2019 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Berdasarkan kalender nasional, hari raya Idul Fitri 1440 H atau tahun 2019 ini akan jatuh pada tanggal 5 dan 6 Juni 2019. Untuk kegiatan tahunan tersebut PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari, yakni mulai tanggal 26 Mei 2019 (H-10) s.d. 16 Juni 2019 (H+10). Penjualan tiket bagi calon penumpang sudah dapat dipesan mulai H-90 sebelum keberangkatan atau tanggal 14 Maret 2019.

Dalam rangka untuk menyukseskan masa angkutan lebaran yang telah ditetapkan oleh PT KAI Kantor Pusat tersebut diatas, KAI Divre IV Tanjung Karang telah melakukan berbagai persiapan diantaranya persiapan SDM, Sarana, Prasarana, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan lebaran 2019 seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dari kesiapan SDM, Selama masa angkutan lebaran tersebut, seluruh pegawai KAI Divre IV berjumlah 1.300 orang dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” ujar Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Sulthon Hasanudin, Minggu (26/5), usai menggelar apel gelar pasukan di stasiun Tanjung Karang.

Baca Juga  Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilanjutkannya, dari aspek Sarana, selama masa angkutan lebaran tahun ini disiagakan 4 unit lokomotif  dan  40 unit kereta untuk  10  perjalanan KA reguler dengan kapasitas angkut sebanyak 4.274 penumpang/hari. Sehingga volume penumpang selama 22 hari masa angkutan Angkutan Lebaran 2019 diprediksi sebesar 86.388 penumpang, meningkat sebesar 10 % atau 7.775 penumpang dibanding masa angkutan lebaran 2018 sebanyak  76.613 penumpang.

“Puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada hari Jumat, tanggal 31 Mei 2019 (H-5) sedangkan puncak arus balik diperkirakan hari Minggu, tanggal 9 Juni 2019 (H+3),” imbuhnya.

Menurutnya, dari aspek Prasarana di Divre IV terdapat beberapa titik daerah rawan bencana alam, diantaranya 4 (empat) daerah  rawan longsor, 1 (satu) daerah rawan banjir, 8 (delapan) daerah rawan ambles. Untuk mengatasi kalau terjadi bencana alam tersebut maka telah  disiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dsb, di titik-titik yang telah ditentukan. Sedangkan untuk mengamankan jalur KA telah disiapkan Petugas Penilik Jalan (PPJ) sebanyak 98 personil ditambah PPJ Ekstra sebanyak 44 personil.

Baca Juga  Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Untuk mengantisipasi keselamatan di perlintasan sebidang resmi, Divre IV menyiapkan Penjaga Jalan Lintas (PJL) sebanyak 28 personil ditambah 54 petugas PJL ekstra. Meskipun jumlah PJL ditingkatkan dan masih banyaknya perlintasan sebidang liar (119 titik),  PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang.

UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya. Data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang. Pada 2016 terjadi 18 kecelakaan, 2017 tercatat 44 kecelakaan, dan 2018 telah terjadi 44  kecelakaan. Untuk menanggulangi terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak dalam mewujudkan keselamatan bersama.

Baca Juga  Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Dari Unit Pengamanan,  selama angkutan lebaran 2019  Divre IV menyiapkan 307 personel keamanan yang terdiri dari 43 personel Polsuska, 264 personel security, dan bantuan eksternal (BKO)  dari TNI/Polri sebanyak  80 personel. Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA yang rawan gangguan, seperti rawan pencurian, rawan pelemparan kereta api, dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta. (Leni)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Lampung Catat Inflasi September 0,14 Persen, Terendah di Sumatera

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Gubernur Mirza Kukuhkan Kepala BPKP dan Pengurus AAIPI Lampung 2026–2029

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Marindo Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Direktur RSUDAM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —

Berita Terbaru

Lampung

IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:27 WIB