50 SK Tenaga Honorer Tuba Diragukan

Redaksi

Minggu, 24 Maret 2019 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang (Netizenku.com): Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tulang Bawang (Tuba), meragukan 50 Surat Keputusan (SK) tenaga honorer.

Kepala BKPP Tuba Penli Yusli mengatakan, jika dari hasil pendataan dan verifikasi bupati tahun ini banyak ditemukan penyimpangan. Dari 1662 SK tenaga honorer yang dikeluarkan sejak 10 tahun lalu, terindikasi banyak dimanfaatkan oknum pejabat.

\”Karena pada saat kami kumpulkan beberapa waktu lalu itu, banyak sekali anak-anak tenaga honorer yang tidak hadir tanpa keterangan apapun kepada kami. Padahal jadwal pengumpulan semua tenaga honorer tersebut sudah dari jauh hari kami umumkan, karena sifatnya wajib jadi sangat tidak masuk akal sekali kalau tidak hadir,\” ungkapnya, Minggu (24/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keadaan tersebut semakin diperparah lantaran pada saat dirinya mempertanyakan hal tersebut kepada beberapa kepala OPD, yang mengatakan bahwa ketidakhadiran anak honorer tersebut dikarenakan diperbantukan untuk bekerja di luar daerah Provinsi Lampung tepatnya di Jakarta.

\”Lah inikan membingungkan sekali,  kalau pun memang benar diperbantukan kenapa tidak bisa pulang atau ikut apel verifikasi pendataan. Kan sudah tahu jika ini sifatnya penting kenapa justru malah menghilang,\” terangnya.

Sementara saat ditanya satker mana saja yang memiliki SK tidal jelas tersebut, dibeberkan Penli diantaranya yakni di sekretariat sekdakab, bagian ukum, pendidikan dan beberapa satker lainnya.

\”Seperti Satuan Kerja Bagian Umum,  Pendidikan dan satuan Kerja lainya , akan tetapi banyak di bagian umum mengingat yang banyak mempertugaskan dan menempatkan anak anak honorer tersebut yang mengeluarkannya dari bagian umum,\” ungkapnya.

Maka dari itu Penli menegaskan, guna mempertanggung jawabkan itu semua khususnya masing-masing kepala satker, pihaknya sudah membuat surat pernyataan sebagai bentuk tangung jawab terhadap tenaga honorer tersebut.

\”Karena terus terang saja, anak-anak honorer tersebut kami ragukan mengingat yang bersangkutan tidak jelas berada di mana dan orangnya seperti apa juga tidak jelas. Sehingga kami khawatir takutnya itu semua hanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu saja yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan SK tenaga honorer yang ada itulah yang kami takutkan,\” paparnya. (Armadan)

 

Berita Terkait

Gubernur Lampung Tinjau Pembuatan Pupuk Organik Cair
Gubernur Lampung Ajak Santri Darul Islah Jadi Agen Perubahan
Sosialisasi PT SGC di Teladas Berujung Tegangan, Ada Apa?
Bawaslu Provinsi Lampung Hadiri Apel Besar Pramuka ke-64
NoNa Resmi Mendaftar di KPU Tubaba, Lawannya ‘Ora Ono’
Telkomsel Hadirkan Koneksi 4G/LTE di Desa Bawang Tirto Mulyo dan Menggala Selatan
Cuaca Buruk Diprakirakan Melanda Pergantian Tahun
Juniardi Beri Pelatihan Jurnalistik untuk Kepala Kampung Tulangbawang

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:38 WIB

Wakil Gubernur Lampung Resmikan Penerbangan Internasional Lampung–Kuala Lumpur

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:00 WIB

DPRD Lampung Dorong Keberlanjutan Rute Internasional Lampung–Malaysia

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:27 WIB

Gubernur Mirza Pimpin HLM TPID Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:59 WIB

Kostiana Dorong Digitalisasi UMKM di Peringatan HUT ke-51 IWAPI Lampung

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:20 WIB

Yusnadi, Jembatan Kali Pasir Segera Dibangun, Ada Solusi Sementara

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

Pemprov Lampung Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman RI

Berita Terbaru