oleh

Yusril Ihza Mahendra Tuntut Keringanan UKT UIN Raden Intan Lampung

-Edukasi-13 views

Bandarlampung (Netizenku.com): Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Dewan Nasional (LMND-DN) bersama organisasi kemahasiswaan berdemonstrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menuntut hak-hak mahasiswa di masa pandemik terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT).

\”Gerakan menuntut keringanan UKT terdiri dari Aliansi Kesatuan Mahasiswa UIN Lampung (KAMU) yang terdiri dari SEMA, DEMA, UKMF-MCC, IMM, HMI, PMII dan LMND-DN. Selanjutnya gerakan ini adalah satu upaya bagi kami sebagai mahasiswa untuk membantu beban tua orang tua kami dalam pembiayaan pendidikan di tengah situasi wabah Covid-19,\” ujar Ketua LMND-DN Kota Bandarlampung Yusril Ihza Mahendra, Senin (1/2).

Baca Juga  Kabar Duka, Rektor Itera Prof Ofyar Z Tamin Tutup Usia

Yusril menduga ada pungutan liar yang dilakukan oleh oknum dosen UIN RIL.

“Aliansi KAMU Lampung juga menuntut atas dugaan pungutan liar yang dilakukan sejumlah oknum dosen fakultas, seperti pembayaran seminar proposal, dan munaqosah. Padahal pembayaran-pembayaran seperti ini sudah dicantumkan dalam bentuk biaya UKT mahasiswa,\” ujar dia.

Yusril yang tidak lain adalah mahasiswa di kampus setempat juga menjelaskan bahwa LMND-DN akan selalau hadir di dalam persoalan-persoalan rakyat khususnya mahasiswa.

Baca Juga  Soal UU MD3, PMII Tempuh Jalur Dialog

“Bahwa LMND-DN tetap bertanggungjawab soal isu-isu persoalan mahasiswa dan tetap konsisten di garis massa. LMND-DN akan selalu berupaya menjadi pelopor bagi gerakan mahasiswa lainnya dalam mengawal isu-isu yang sedang berkembang. Apalagi soal persoalan mahasiswa yang hari ini terjadi di UIN RIL,\” kata dia.

Aksi Aliansi KAMU Lampung mendapat respon positif dari pihak kampus.

Baca Juga  Ampibi 15 Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

“Aksi hari ini Aliansi KAMU telah memperoleh kemenangan-kemenangan sedikit, seperti dipenuhi tuntutan soal keringanan UKT satu grade, dan akan ditindaklanjutinya terkait dugaan adanya pemungutan liar,\” tutup dia. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *