BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Penerapan protokol kesehatan di Kota Bandarlampung lebih diperketat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandarlampung akan tegas menyikapi pelanggar protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Walikota Bandarlampung, Herman HN, dalam Apel Kesiapan Penegakan Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Bandarlampung, di halaman Kantor Pemerintahan setempat, Sabtu (30/5).

“Saya ingatkan, kita bukan mengimbau, kita mengharuskan pakai masker pakai sarung tangan. Harus. Kemarin ada toleransi, mulai hari ini harus,” tegas Herman HN.

Oleh sebab itu, Gugus Tugas diminta terjun langsung memberikan tindakan persuasif secara tegas terhadap pelaku ekonomi, serta di sejumlah pusat keramaian di wilayah setempat.

Apabila ditemukan pelanggar, Herman HN meminta Gugus Tugas dapat melakukan tindakan tegas berupa push-up maupun tindakan lain yang dapat memberikan efek jera kepada pelanggar.

“Kita harus tegas, kalau di pasar itu bukan halo-halo, kita turun dari pedagang ke pedagang, dari pengunjung ke pengunjung. Kalau kita halo saja nggak didengar. Saya sudah minta dari BPBD beli yang banyak sarung tangan plastik itu,” ungkapnya.

Herman HN juga kembali meminta penyekatan di pintu masuk dapat berjalan dengan optimal. “Saya sudah praktikan di Panjang dua kali. Stop, siapa pun distop. Kalau nggak ngapa-ngapain untuk apa, nggak ada gunanya,” ungkapnya.

Sikap tegas pemerintah ini merujuk pada tren kelonjakan kasus yang kembali meningkat beberapa hari terkahir. Catatan kasus terakhir, terdapat penambahan 8 kasus, sehingga per Sabtu 30 Mei pukul 08.00 WIB jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bandarlampung mencapai 54 kasus.

“Jadi tolong bantu saya, untuk mengatasi covid-19 di kota Bandarlampung ini. Saya yakin bapak-ibu tulus ikhlas kerja dengan baik akan menjadi amal ibadah untuk kita, mudah-mudahan diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here