Minggu pertama Tahun 2026, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perangkat daerah. Sayangnya, apa yang dilakukan orang nomor dua di Lampung Barat itu seolah tak pernah dianggap sebagai pelajaran oleh sebagian ASN setempat. Sidak demi sidak digelar, tapi mental bolos masih saja dipelihara.
Lampung Barat (Netizenku.com): Kali ketiga turun ke lapangan, Mad Hasnurin kembali dibuat geleng kepala. Inspeksi mendadak yang dilakukannya justru membongkar penyakit lama birokrasi: ASN yang malas masuk kerja, bahkan tanpa keterangan. Kamis (8/10/2026).
Sidak ini bukan main-main. Selama tiga hari berturut-turut, Jumat 2 Januari, Rabu 7 Januari, dan Kamis 8 Januari, Wabup Mad Hasnurin, didampingi Asisten III Ismet Inoni dan para kepala perangkat daerah, menyisir seluruh instansi di lingkungan Pemkab Lampung Barat. Bukan sekadar kunjungan seremonial, tapi upaya membongkar mental kerja aparatur yang masih setengah-setengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di akhir sidak, tepatnya di RSUD Alimuddin Umar, fakta pahit kembali terkuak. Lewat absensi, ditemukan ASN yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan: izin, sakit, bahkan tanpa keterangan sama sekali. Hilang tanpa jejak, entah ke mana.
“Secara umum kehadiran cukup baik, tapi tetap saja ada yang bolos tanpa keterangan,” ujar Mad Hasnurin. Kalimatnya terdengar normatif, namun maknanya jelas: disiplin ASN Lampung Barat masih jauh dari kata beres.
Wabup menegaskan, ASN yang mangkir tanpa alasan tidak akan dibiarkan. Teguran akan dilakukan berjenjang, mulai dari kepala unit kerja hingga Inspektorat. Artinya terang-benderang: tidak ada tempat bagi ASN yang hanya pandai menghabiskan gaji tapi alergi kerja.
Sidak ini seharusnya menjadi alarm keras. Pelayanan publik tak akan pernah maksimal jika aparatur di dalamnya masih menjadikan bolos sebagai kebiasaan. Disiplin bukan jargon di spanduk, tapi kewajiban yang melekat pada jabatan.
“Keberhasilan perangkat daerah ditentukan oleh pegawai yang disiplin. Saya minta layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegas Mad Hasnurin.
Pesannya sederhana, tapi menampar: kalau tidak siap bekerja untuk rakyat, jangan bercokol di kursi ASN. (*)








