Usai Kakak Mustafa \’Diorangekan\’ KPK

Redaksi

Sabtu, 17 Februari 2018 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ilustrasi: Netizenku,com)

(ilustrasi: Netizenku,com)

Penahanan Bupati Lampung Tengah (nonaktif) Mustafa, bukan hanya menjadi cobaan bagi calon gubernur (cagub) peserta Pemilukada Lampung itu semata. Tetapi juga menjadi batu sandungan bagi kiprah 3 partai pengusungnya.

Mudah dipahami salah satu landasan pertimbangan partai-partai itu, saat mengamini Mustafa sebagai jagoan yang bakal mereka elus-elus pada kontestasi Pilgub mendatang, adalah reputasi sang tokoh yang sedang moncer belakangan ini. Nyaris setahun terakhir pemberitaan seputar sepak terjang Bupati Lampung Tengah itu terbilang intensif. Tak pelak, dirinya segera saja dikenal sebagai \’Bupati Ronda\’ lantaran getol keliling jaga malam, sambil menyambangi pos-pos gardu di wilayah kerjanya.

Itu hanya satu contoh kesuksesan dirinya memadukan kinerja dan publikasi, sehingga mampu membentuk citra yang bikin banyak kalangan kesengsem. Termasuk Partai Hanura yang turut menyokongnya di Pilgub. Partai Nasdem dan PKS tidak turut disebut \’kesengsem\’ lantaran Nasdem adalah partainya Mustafa, sedangkan PKS ikut mengusung Mustafa setelah dapat jatah menempatkan kadernya, Jajuli, mendampingi Mustafa sebagai cawagub. Maka kloplah sudah rancang bangun kubu pemilik tagline kampanye \’kece\’ tersebut.

Lantas bagaimana nasib ketiga partai itu, usai sang tokoh utama didapuk mengenakan rompi orange made in KPK? Yang jelas peristiwa ini tak ubahnya mimpi buruk bagi partai-partai pendukung. Diakui atau tidak, publik pasti akan menyeret-nyeret mereka dalam pusaran pembicaraan status Mustafa sebagai tahanan KPK.

Tidak bisa dipungkiri, partai-partai itu juga bakal kebanjiran pertanyaan bagaimana hal ini bisa terjadi, ketika kemarin yang bersangkutan kerap digaung-gaungkan sebagai pasangan pemimpin amanah, lalu sekarang KPK menuding Mustafa terbukti mengarahkan persekongkolan patgulipat suap. KPK sangat haqul yakin lantaran berhasil membongkar upaya main mata oknum dua lembaga, legislatif dan eksekutif, Lamteng lewat kata sandi \’cheese\’.

Baca Juga  Pak Gub, Sudah Baca 'Surat Terbuka'?

Situasi demikian jelas bikin runyam benak para pembesar masing-masing partai pengusung. Maju salah, mundur juga tetap salah. Kalau pun ada yang berkilah sebelum ditetapkan sebagai sosok yang akan diusung, Mustafa telah melewati tahapan penyaringan atau screening, dan bila sekarang tetap terbelit kasus maka itu menjadi urusan individual, rasanya publik  tidak akan semudah itu menerima.

Reputasi partai benar-benar menjadi taruhannya. Ditambah lagi publik bisa saja \’pundung\’ akibat merasa dikecewakan, lalu berbalik sikap menjadi berang seraya meniup semprit atau bahkan bukan hanya menyodorkan kartu kuning, melainkan juga sangat mungkin menyorongkan kartu merah lewat sanksi moril yang akan terasa teramat pedih. Sekali publik sanksi, tidak mudah buat meyakinkannya kembali.

Baca Juga  Tatap Layar Trend Wisuda Ditengah Pandemi

\"\"

Kalau pun masih ada optimisme tersisa, maka yang paling bisa memetik manfaat -agar lebih elok kita sebut saja memperoleh faedah- adalah PKS. Sebab partai ini menempatkan kadernya sebagai cawagub. Sehingga bila pasangan Kece tetap unggul pada Pilgub mendatang, dan ada keputusan inkrah sanksi pidana pada Mustafa, tentu cawagub yang bakal disorongkan melenggang ke tampuk gubernur terpilih. Hanya saja jelas bukan perkara mudah buat menepis kekecewaan suara pemilih yang katanya mewakili suara Tuhan itu.

Kini setelah KPK memakaikan rompi orange pada Mustafa, sangat mungkin publik berujar \’kutandai kau\’ pada partai-partai pengusungnya. Kendati semestinya kita perlu bersikap adil mengedepankan azas praduga tak bersalah, sebelum hakim benar-benar mengetukan palu di meja hijau. (Hendri Std)

Berita Terkait

Demokrasi Lampung Rusak, Penyelenggara Sibuk “Main Mata” dengan Caleg
Pasca Jadi Bahasa Resmi UNESCO, Ini Tindak Lanjut Kantor Bahasa Provinsi Lampung
Jungkir Balik Juga Perlu Pelumas
Kerja Keras Atlet Porprov IX Lambar Akankah Terima Apresiasi?
Wahyuda Pratama Wakili Lampung Jambore Pelajar Teladan Bangsa IX
Puluhan Peratin di Pesbar tak Nyenyak Tidur
Tak Berhenti di Sepuluh
“Seistimewa Apa Batik Garuda Lambar?

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 16:00 WIB

Waspada DBD di Musim Hujan, Dinkes Lampung Lakukan Aksi Proaktif

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:33 WIB

Pelunasan Bipih Tahap Kedua di Buka 13 Hingga 26 Maret, Ini Syarat dan Mekanismenya

Jumat, 1 Maret 2024 - 15:24 WIB

Marindo Resmi Dilantik Jadi Pejabat Bupati Pringsewu

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:59 WIB

Sekdaprov Fahrizal Lepas Pejabat Purnabakti

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:50 WIB

Pemprov Lampung Gelar Asistensi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:38 WIB

Gubernur Arinal Minta Maksimalkan PON XXI Sumut-Aceh

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:10 WIB

Puji Dorong JCH Segera Lengkapi Syarat Pelunasan Tahap II

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:05 WIB

Ribuan Peserta Diprediksi Ramaikan Lampung Half Marathon 2024

Berita Terbaru

Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Ardah, menerima penghargaan Adipura dari KLHK. (Ist/NK)

Metro

Metro Terima Penghargaan Adipura 2023 dari KLHK

Selasa, 5 Mar 2024 - 18:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Tubaba-Bulog KCP Menggala Tebar 10 Ton Beras untuk Pasar Murah

Selasa, 5 Mar 2024 - 18:30 WIB

Tanggamus

TP PKK Tanggamus Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 5 Mar 2024 - 18:24 WIB

Foto: Ketua DPD Partai NasDem Tubaba S Joko Kuncoro, S.I.Kom. (Arie/NK)

Tulang Bawang Barat

NasDem Tubaba Apresiasi Kepercayaan Masyarakat sebagai Penyampai Aspirasi

Selasa, 5 Mar 2024 - 18:14 WIB