Unjuk Rasa Soal UU MD3, Mahasiswa Lamsel Diperlakukan Represif

Redaksi

Kamis, 1 Maret 2018 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan (Netizenku): Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Liga Mahasiswa Nasionalis untuk Demokrasi (LMND) yang tergabung dalam Front Revolusi Mahasiswa (FRM) Lampung Selatan (Lamsel), lakukan aksi protesnya terhadap UU MD3 yang dianggap sesat fikir. Karenanya, mereka menuntut dan menyatakan sikap penolakan terhadap produk regulasi tersebut, di depan halaman kantor DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (1/3).

Aksi yang pada awalnya berlansung tertib di depan pagar DPRD, harus berakhir chaos (ricuh). Kericuhan terjadi setelah puluhan mahasiswa memaksa masuk ke dalam pagar, namun dicegah oleh sejumlah Pol-PP yang berjaga. Akibatnya, sejumlah mahasiswa mengalami luka memar akibat hantaman Pol-PP. Salah satu peserta aksi (AS), mengalami luka memar di bagian pipi sebelah kiri, yang diduga terkena tinjuan dari anggota Pol-PP.

Baca Juga  32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau
\"\"

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhitul Ulum menjelaskan, awalnya keributan itu terjadi karena puluhan mahasiswa menuntut anggota DPRD untuk membuat nota kesepahaman atas penolakan regulasi UU MD3 tersebut paling tidak 50+1 persen dari keseluruhan anggota dewan di Lamsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, sempat dilakukan negosiasi bersama salah seorang anggota DPRD, Andi Prianto, bahkan anggota dewan dari Fraksi PKS ini menyatakan sepakat dengan tuntutan sejumlah mahasiswa itu. Namun, pihaknya hendak berdiskusi terlebih dahulu secara kelembagaan DPRD Lamsel. Andi mengatakan bahwa tidak ada seorangpun anggota DPRD yang hadir kecuali Andi Prianto saat itu, lantaran ingin membuktikan kebenarannya, puluhan mahasiswa memaksa masuk.

Baca Juga  Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

“Kita masuk dicegah oleh Pol-PP, sempat terjadi saling dorong- mendorong dengan Pol-PP. Setelah itu, salah satu dari massa kami ada yang jatuh dan pihak Pol-PP pun ada yang hampir jatuh. Setelah itu, salah seorang Pol-PP itu berbalik badan kemudian langsung memukul AS,” jelasnya saat diwawancarai di Polres Lamsel.

Menurutnya, semestinya aparatur represif pun tidak seharusnya melakukan tindak kekerasan terjadap massa aksi. Bahkan, mereka justru mendampingi saat massa menyampaikan aspirasi. “Namun fakta dilapangan, mereka justru langsung main pukul dan tindak kekerasan yang lainnya,” tegas Ulum.

Baca Juga  Komisi X DPR RI Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penyelesaian Status Guru PPPK

Perihal senada juga disampaikan Sekretaris LMND Lamsel, Dedi Manda Putera. Ia mengungkapkan, hal tersebut menjadi tolak ukur kinerja Pol-PP di Kabupaten Lampung Selatan. “Bahwa, mereka seharusnya mengedepankan tindakan persuasif, bukan tindakan arogan dan represif. Atau, apakah memang itu merupakan tindakan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku saat adanya aksi massa, ” tanya Dedi.

Perlu diketahui, saat ini para peserta aksi yang diwakili Muhitul Ulum telah melakukan pelaporan terkait kekerasan yang diperoleh massa aksinya ke Polres Lampung Selatan. (warganet: Muhitul Ulum).

Berita Terkait

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu
PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata
Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi
Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami
PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi
Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK
PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata
Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:56 WIB

Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Senin, 2 November 2026 - 17:54 WIB

Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa

Senin, 2 November 2026 - 17:04 WIB

Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana

Senin, 2 November 2026 - 17:01 WIB

Wagub Jihan Salurkan Bantuan Sosial dan Alat Bantu Disabilitas di Pesisir Barat

Senin, 2 November 2026 - 16:57 WIB

Mirza Minta Generasi Muda Lampung Tak Hanya Jadi Pencari Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Gubernur Lampung Lantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Pemprov Lampung Matangkan Persiapan PORNAS KORPRI XVIII 2027, Target Pertahankan Peringkat Kedelapan

Berita Terbaru