Pemprov Harap FGD Center of Excellence Itera Bermanfaat untuk Sumatera

Redaksi

Rabu, 7 November 2018 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan (Netizenku.com): Focus Group Discussion (FGD) perumusan Center of Excellence Institut Teknologi Sumatera (Itera) mampu menjadikan Itera bermanfaat untuk semua provinsi di Sumatera.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, saat menjadi narasumber pada acara FGD perumusan Center of Excellence Itera, di Aula Gedung C Lantai 3 Itera, Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (7/11).

\"\"

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”FGD ini dalam rangka menjadi Itera sebagai center of excellence, yang berarti dalam pengembangannya, Itera harus mampu bermanfaat bagi semua Provinsi di Sumatera. Oleh karena itu, diperlukan terobosan seperti memperkuat tenaga penelitian, lembaga penelitian, pelaksanaan riset, penelitian, dan penyusunan konsep pembangunan yang manfaatnya terasa bagi seluruh Provinsi di Sumatera. Misalnya, menjadikan produk sawit yang memiliki nilai ekonomis tinggi,\” kata Taufik.

Dalam ekonomi yang semakin bergeser ke arah ekonomi  berbasis pengetahuan, jelasnya, peran Itera sangat penting, diantaranya untuk menghasilkan tenaga kerja unggul dan produktif yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. \”Itera harus menjadi riset dan inovasi serta pencetak SDM yang produktif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di Wilayah Sumatera,\” pintanya.

Terkait Pembangunan Provinsi Lampung dalam perspektif regional Sumatera, Taufik Hidayat menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Sumatera relatif rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Jawa. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat ingin mendistribusikan pembangunan secara merata di Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran Itera. Rata-rata Peran Sumatera terhadap Nasional (2011-2017) sebesar 24 persen.

Baca Juga  Lampung Raih Juara 1 Lomba Tahfidz Qur\'an di MTQ Nasional

\”Peran Lampung ada pada sektor pertanian dan perikanan sebesar 22,2 persen, sektor industri pengolahan sebesar 19,6 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 16,3 persen,  dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 11,8 persen,\” jelas Taufik.

Mengenai pertumbuhan ekonomi, Taufik menjelaskan dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas rata-rata nasional, dan di 2018 mencapai 5,35 persen, dan menempati posisi ketiga terbesar di  Sumatera. Perekonomian Lampung digerakkan oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian 30,4 persen, Industri pengolahan 18,91 persen, serta perdagangan dan reparasi kendaraan 11,42 persen.

\”Lampung merupakan pengasil ubi kayu nomor satu Indonesia, penghasil pisang nomor dua Indonesia, penghasil jagung nomor satu Sumatera dan ketiga nasional. Kemudian, penghasil padi nomor tiga di Sumatera dan ketujuh secara nasional,\” ujar Taufik.

Lebih jauh, ia menjelaskan Lampung memiliki kebijakan pembangunan yang terbagi atas tiga klaster prioritas pembangunan Lampung. Ketiganya, yaitu kawasan barat sebagai kawasan pariwisata, kawasan tengah sebagai mandatori penyangga ketahanan pangan nasional, dan kawasan timur sebagai kawasan industri.

Baca Juga  Tak Mau Kualat, Nanang Ziarah ke Makam Pahlawan

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Non Akademik Itera, Sukrasno, menuturkan Itera baru memasuki umur empat tahun dan di 2018 memiliki 24 jurusan program studi. \”Itera terus melakukan perkembangan dan pembangunan. Di antaranya rencana peningkatan jurusan program studi, peningkatan jumlah gedung perkuliahan, pembangunan embung untuk melestarikan tata air di Itera dan sekitarnya. Selain itu, pembangunan kebun raya, dan pembangunan lainnya,\” terang Sukrasno.

Dalam upaya meningkatkan peran Itera bagi Sumatera, Sukrasno, berharap FGD perumusan Center of Excellence mampu menghasilkan rumusan untuk program perkembangan yang berdampak besar bagi Sumatera. \”Diharapkan FGD ini mampu menghasilkan Center of Excellence yang tepat untuk Itera dan berdampak besar untuk Sumatera,\” kata Sukrasno.

Pembicara lain,  Prof. Dr. Ir. Denny Juanda Puradimaja menjelaskan Itera mendapatkan tugas dari Presiden melalui Menristek dan Bappenas untuk merumuskan Center of Excelllence yang bermanfaat bagi Indonesia dan Sumatera. Sehingga Itera mampu berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan daya saing daerah. \”Untuk itu, diharapkan FGD ini mampu menjadi ikon, hal unik dan hal baru. Serta bermanfaat bagi Indonesia, khususnya Sumatera,\” kata Denny Juanda.

Terkait inovasi teknologi melalui pusat penelitian ilmu terapan, pembicara Prof. Ir. I Gede Wenten, menuturkan bahwa Itera harus disiplin dan terdepan,  terutama dalam inovasi teknologi. Untuk itu, perlu menggali potensi yang ada seperti potensi geografis, laut, dan ekuator. Kemudian, potensi demografi dan kearifan budaya, demokrasi, otonomi daerah, kebhinekaan, dan transformasi iptek. \”Oleh karenanya perlu mendorong riset di sektor bisnis, industri, dan swasta.  Memenangkan sektor kompetisi inti; serta mengintegrasikan kekuatan lembaga riset nasional, penguatan sistem inovasi nasional,  reformasi pusat penelitian,\” ujarnya.

Baca Juga  PLN Tingkatkan Kapasitas PLTD Pulau Sebesi, Masyarakat Nikmati Listrik 24 Jam

Pemateri lainnya, Dr. rer. Nat. Rino Mukhti, dengan materi pengembangan awal material zeolit di Indonesia dan potensi luas aplikasinya, Prof. Ir. Yazid Bindar terkait produksi dan industrialisasi komoditas Lampung, Sumatera dan Indonesia untuk perkembangan ekonomi berkelanjutan. Ir. Yulison terkait peran sistem transportasi logistik dalam pembangunan wilayah pulau sumatera, Prof. Dr. I. Hari Wiryanto terkait perlunya memanfaatkan komputasi dan simulasi dalam mencapai hilirisasi penelitian ITERA, dan Hadi Teguh Yudistira terkait Energy Solar/Wind.

Selain itu, Perumusan Center of Excellence Itera dilaksanakan bersama para peneliti berpengalaman dan para pemangku kepentingan Itera. Di antaranya Kepala Bappeda Provinsi ee-Sumatera, Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Kepala Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, Kepala Balitbangda Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, dan pemangku kepentingan Itera. (*Aby)

Berita Terkait

Kakanwil Kemenkumham Lampung Silaturahmi dan Buka Bersama Media
Kanwil Kemenkumham Lampung Ngobras Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Rektor ITERA Paparkan Inovasi Riset untuk Pemberdayaan Masyarakat
Dies Natalis ke-9 Itera, Momentum Peningkatan Kualitas SDM Sains dan Teknologi Sumatera
BI-Pemprov Lampung Panen Bawang Merah di Lampung Selatan
Gubernur Lampung Sambangi Warga Kurang Mampu dan Berbagi Kasih di Bumisari
Demokrat Lamsel Resmi Daftarkan 50 Bacaleg ke KPU
Ribuan Orang Hadiri Tabliqh Akbar dan Festival Sya’ban di Natar

Berita Terkait

Minggu, 7 April 2024 - 06:00 WIB

PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H

Jumat, 5 April 2024 - 08:35 WIB

PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H

Kamis, 4 April 2024 - 00:34 WIB

Pernyataan Pelantikan PMII Balam Ditunda Salah, Rama Azizul: Dapid Novian Mastur Sah Dilantik

Selasa, 2 April 2024 - 22:02 WIB

Kolaborasi CCEP-Pondok Pesantren Bangun Kesadaran Lingkungan

Selasa, 2 April 2024 - 21:58 WIB

IHK Gabungan di Lampung pada Maret Tercatat Inflasi 0.36 Persen

Minggu, 31 Maret 2024 - 16:20 WIB

UPTD PPPA Balam Optimalisasi Pelayanan

Jumat, 29 Maret 2024 - 22:33 WIB

Humanika Balam Deklarasikan UA

Jumat, 29 Maret 2024 - 17:11 WIB

PMII Cabang Bandarlampung Segera Gelar Pelantikan

Berita Terbaru

Pesawaran

Hujan Deras Guyur Pesawaran, Beberapa Wilayah Tergenang Banjir

Jumat, 12 Apr 2024 - 19:31 WIB

Celoteh

Petuah Margaret Thatcher dan Peluang Umar Ahmad

Senin, 8 Apr 2024 - 04:10 WIB

Bandarlampung

PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H

Minggu, 7 Apr 2024 - 06:00 WIB