Tubaba Tata Pengurangan Belanja APBD Perubahan 2020

Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2020 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba), melakukan penataan dan pengurangan belanja daerah dalam penyusunan APBD Perubahan tahun anggaran 2020. Hal itu tertuang dalam KUPA-PPAS-P APBDP tahun anggaran 2020 yang diserahkan bupati ke DPRD dalam rapat paripurna, Rabu (19/8).

Bupati Tubaba, Umar Ahmad SP, mengatakan pemerintah daerah melakukan perubahan belanja daerah dengan melakukan penataan belanja daerah yang meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung, guna pencapaian target pembagunan, terutama dalam pembangunan infrastuktur.

\”Pada APBDP ini dilakukan penataan belanja daerah sebesar  Rp121,7 miliar atau terjadi penurunan sebesar 11,33% dari belanja daerah sebelum perubahan yaitu sebesar Rp1,074 triliun, sehingga total belanja secara keseluruhan pada perubahan APBD 2020 menjadi Rp952,8 miliar,\” kata dia.

Baca Juga  DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan belanja tersebut, lanjut bupati, dengan menata dan mengurangi belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp497,6 miliar menjadi Rp493,6 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 0,81% yang setara dengan Rp4,038 miliar. Sementara pada belanja langsung mengalami perubahan menjadi Rp459,1 miliar dari sebelumnya Rp576,9 miliar atau mengalami pengurangan sebesar 20,41% yang setara dengan Rp.117,7 miliar.

Pengurangan belanja daerah ini sejalan dengan pendapatan daerah Kabupaten Tubaba yang mengalami pengurangan sebesar Rp145,4 miliar dari sebelum perubahan yakni sebesar Rp988,6 miliar menjadi Rp843,2 miliar.

Baca Juga  BSI dan Pemkab Tubaba Resmi Bersinergi, KUR Super Mikro Jadi Stimulus Ekonomi Masyarakat

\”Pengurangan pendapatan daerah terjadi pada dana perimbangan sebesar Rp114,4 miliar yakni pengurangan dari bagi hasil pajak/bukan pajak. Dan mengalami pengurangan pada lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp33,7 miliar. Sementara ada penambahan pada Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp2,7 miliar,\” ungkapnya.

Seperti halnya pendapatan dan belanja daerah, tambah bupati, pada pembiayaan daerah juga dilakukan penataan. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Pada sisi penerimaan pembiayaan terjadi kenaikan sebesar  Rp16,6 miliar atau naik 15,70%, dari semula Rp105,8 miliar, naik menjadi sebesar Rp122,4 miliar.

Baca Juga  Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

\”Kenaikan tersebut disebabkan adanya akumulasi kelebihan Silpa tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp52,5 miliar. Selanjutnya, pada sisi pengeluaran pembiayaan mengalami pengurangan sebesar Rp7 miliar yang semula Rp19,8 miliar turun menjadi Rp12,8 miliar. Pengeluaran pembiayaan ini dipergunakan untuk pembayaran pokok utang sebesar Rp11,3 miliar,\” ulasnya.

Umar berharap dokumen KUPA dan PPAS-P yang telah diserahkan ke legislatif tersebut agar didiskusikan dan dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD, untuk selanjutnya dapat disepakati bersama antara pihak legislatif dan pihak eksekutif dalam waktu yang tidak terlalu lama. (Arie/len)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB