Bandarlampung (Netizenku.com): Pada kunjungan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), Zulkifli Hasan di Pasar Gintung Bandarlampung, ia sempat mengatakan bahwa akan adanya subsidi ongkos kirim untuk menekan kenaikan harga cabai yang melonjak, Senin (9/1).
“Meskipun harga cabai naik, namun masih
dalam batas toleransi. Untuk membantu menekan harga, langkah yang akan diambil yaitu pemerintah daerah akan memberikan subsidi ongkos kirimnya,” ucapnya pada Sabtu lalu (7/1).
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Elvira Umihanni, mengatakan untuk menekan lonjakan harga cabai, dari pemerintah daerah sendiri sudah melakukan beberapa upaya contohnya pasar murah.
“Yang kita lakukan di pasar murah itu memang bersubsidi, makanya minyak bisa harganya Rp10.000 itukan udah ada subsidinya, kemudian cabai dan bawang itu kita sudah bersubsidi semua, hitungannya itu sekitar 1000-3000 per-kilo/liter,” ucapnya.
Sedangkan untuk subsidi angkutan, Elvira mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya telah diusulkan menggunakan biaya tidak terduga namun dikarenakan harus melewati beberapa tahapan panjang, sehingga sudah tidak sempat lagi diproses.
“2023 nanti kita usulkan lagi, kalau memang ada gejolak harga kita kita usulkan lagi dari BTP,” katanya.
Kemudian terkait nominal subsidinya, ia menyampaikan bahwa hal tersebut tergantung pada ongkos kirim dari daerah pengirimnya.
“Tergantung ongkosnya, misalnya mendatangkan barang dari Jawa nah ongkosnya nanti kita subsidi sehingga bisa dijual lebih murah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyatakan telah melakukan diskusi dengan pedagang besar terkait subsidi angkutan, hanya saja yang dikhawatirkan adalah melencengnya harga yang diberikan pedagang eceran kepada masyarakat.
“Saya sudah diskusi dengan pedagang besarnya, mereka mengkhawatirkan pedagang eceran tidak komit. Misal belinya murah tapi pedagang eceran tetap jualnya mahal, itu yang masih dipelajari baiknya gimana,” imbuhnya.(Dea)








