Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2023 mengalami over target hingga 100,15 persen, dari target yang ditetapkan dengan perolehan dana mencapai Rp28,8 miliar.
Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tubaba Ainuddin Salam, SE.,M.IP, mengungkapkan pencapaian perolehan PAD melebihi target yang ditetapkan tersebut bersumber dari sektor pajak dan retribusi.
“Perolehan PAD Tubaba bersumber dari sektor pajak mencapai Rp26,6 miliar dari target Rp26,3 miliar over sekitar 246 juta. Sementara dari sektor retribusi hanya tercapai Rp2,3 miliar dari target Rp2,5 miliar atau kurang dari target sekitar 200-an juta. Jadi kalau dari sektor pajak over kalau dari sektor retribusi hanya mencapai 91,90 persen saja, namun secara global PAD Tubaba mengalami over target,” kata dia kepada Netizenku.com di ruang kerjanya di Kantor Badan Pendapatan Daerah, Komplek Perkantoran Bupati, Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kamis (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya pencapaian target tahun 2023 menjadi pedoman dan evaluasi bagi Badan Pendapatan Daerah untuk bagaimana berupaya meningkatkan PAD pada tahun 2024 agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan legislatif dan eksekutif dalam komponen APBD tahun anggaran 2024 yang mengalami kenaikan hingga Rp36 miliar dari target yang ditetapkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp28,8 miliar.
“Kita optimis 2024 juga mencapai target, karena Pajak Penerangan Jalan (PPJ) setiap tahun juga mengalami kenaikan, dan ada peningkatan nilai objek pajak yang signifikan dari PBB ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintas di wilayah Kabupaten Tubaba,” ulasnya.
Menurutnya di tahun 2023 ada beberapa sektor retribusi yang tidak mencapai target seperti sektor Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang hanya mencapai 68 persen dari target dengan perolehan Rp536 juta dari target Rp780 juta,. Selain itu, dari retribusi jasa parkir hanya mencapai 87 persen dari target yang hanya memperoleh Rp182 juta dari target yang ditetapkan Rp210 juta, dan uji ukur (Tera) dari target yang ditetapkan Rp10 juta hanya tercapai Rp7,9 juta.
“Tahun ini kami dan OPD terkait akan berupaya maksimal dalam pencapaian target PAD 2024 apalagi targetnya tiap tahun ada peningkatan seperti dari sektor pajak dari target Rp26,3 miliar menjadi Rp28,5 miliar, dan sektor retribusi dari target Rp2,5 miliar menjadi Rp7,5 miliar di tahun ini,” terang Ainuddin.
Menurutnya, untuk menggali dan melakukan pencapaian target PAD, pihaknya juga akan terus melakukan pendataan dan turun ke lapangan. Selain itu, juga akan melakukan pembinaan di beberapa tiyuh di Tubaba yang tidak mencapai target dalam pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan langsung melakukan pendampingan para aparatur tiyuh dalam proses penagihan dan penyetorannya.
“Contohnya tiyuh ini tidak lunas PBB kendalanya apa, nanti kita akan membantu dan menjadikan tiyuh tersebut menjadi tiyuh binaan dan kita akan intens turun membantu dalam hal penagihan dan penyetoran dengan harapan di tahun 2024 tiyuh-tiyuh di Tubaba semuanya dapat mencapai target hingga 100 persen,” tutupnya. (Leni/Arie)








